Friday, 22 February 2008

the kite runner

Starring: Zekeria Ebrahimi, Ahmad Khan Mahmidzada, Khalid Abdalla, Homayoun Ershadi, Shaun Toub, Atossa Leoni, Ali Dinesh, Qadir Farookh.

Film yang diadaptasi dari novel karangan Khaled Hosseini ini bercerita tentang persahabatan Amir dengan Hassan di kota Kabul tahun 1978. Hassan adalah anak dari pembantu keluarga Amir yang sangat sangat setia pada Amir. Mereka berdua punya kesamaan yaitu suka bermain dan beradu layang-layang.
Amir suka sastra dan menulis, hal ini diyakini Ayahnya sebagai hal yang kurang menarik. Amir menunjukkan karya-karyanya cuma pada Rahim Khan yang sangat suka dengan tulisannya dan juga sering membacakan cerita untuk Hassan.
Dalam suatu kompetisi adu layang-layang Amir menang dalam perlombaan itu namun saat Hassan bermaksud mengambil layang-layang untuk Amir, dia malah jadi bulan-bulanan dan korban pelecehan seksual dari 3 orang berandalan di kota Kabul. Amir yang menyaksikan itu secara sembunyi tak berani menolong Hassan, selain itu dia juga takut untuk terus diperbandingkan dengan Hassan oleh Ayahnya karena menurut Ayahnya Hassan lebih pemberani.

Peristiwa itu membuat Amir marah pada dirinya sendiri karena tak berani menolong Hassan dan merasa jadi pengecut tapi berusaha menghilangkan perasaan bersalah dengan menuduh Hassan lah si pengecut. Dia melakukan berbagai cara agar Hassan dan Ayahnya diusir dari rumahnya, dan cara ini berhasil. Tak lama, terjadi peperangan yang dipicu oleh datangnya tentara Uni Soviet. Amir dan Ayahnya terpaksa berpindah-pindah sampai akhirnya mereka menetap di California. Amir akhirnya lulus kuliah, menikah dan jadi seorang penulis terkenal. Setelah Ayahnya wafat, Rahim Khan menelepon dan meminta Amir kembali ke Kabul dan memberitahukan bahwa sebenarnya Hassan adalah saudaranya, yang berarti anak dari Ayah Amir. Hassan dan istrinya dibunuh kelompok Taliban, yang tertinggal cuma anak dari Hassan, Sohrab. Disini Amir harus berusaha merebut Sohrab yang telah disandera oleh kelompok Taliban.

Pendapatku: 
Film ini wajib tonton!
ini memang jenis film kesukaanku, karena bercerita tentang kehidupan nyata!
aku emang suka film berbahasa asing. banyak banget scene yang sangat menyentuh dan bikin nangis. bahkan waktu aku nonton di bioskop, bolak balik penonton pada ngebersihin hidung pake tisu!!
banyak adegan yang terlihat tragis, tapi memang itulah kehidupan yang sebenarnya.


Saranku:
jadi, jangan terlalu terlena dengan megahnya film-film romantis buatan Amerika. coba deh nonton film ini.. satu lagi yang perlu diketahui: sutradaranya, Marc Forster, orang swiss loh!!! *promosi* :D

No comments :