Friday, 18 April 2008

the longest trip ever..

tanggal 2 april 2008
mungkin itu adalah salah satu hari yang ga bakal ku lupain di dalam hidupku. itulah hari dimana semua kesedihan seperti menyatu ke dalam diriku.
berita apa yang paling menyedihkan selain tahu kalau ibu kita meninggal?

aku panik, nangis dan ga tau berbuat apa. yang ku ingat cuma waktu itu aku ngeprint surat yaasiin dari internet n ngebacainnya buat ibuku.
cuma itu yang bisa aku lakukan, mungkin lebih baik daripada nangis meraung. lebih baik berdoa.
aku udah terlalu bingung buat ngurusin booking tiket. untunglah singapore airlines terbang dua kali sehari dari zurich langsung ke Singapore.

kakak-kakakku yang di Jerman berbaik hati buat berangkat dari Zurich airport supaya bisa berangkat sama. itu memang pilihan terbaik, ga kebayang gimana panik dan bingungnya terbang sendirian di kondisi begitu.

kami berangkat jam 10 malam dari Zurich. 
sewaktu jamku nunjukkin pukul 8 pagi waktu Swiss, aku cuma bisa menghela nafas. 
ini adalah waktu dimana ibuku dikebumikan. menyedihkan rasanya ga bisa memeluk, mencium, memandikan dan menshalatkan sebelum dikebumikan.
pesawatnya jalannya seolah merambat, kayak ga bakal sampai. 
mungkin ini adalah perjalanan terpanjang dan terlama yang pernah ku alami seumur hidup!
aku hampir ga bisa tidur, padahal kalo pesawat take off malam hari aku kebanyakan tidur dan cuma bangun pas pramugari ngantarin makanan dan minuman. tapi kali ini, aku bahkan sulit mejamkan mata.. dan semua makanan yang ditawarkan pramugari rasanya seperti kardus!

total 18 jam perjalanan dari Zurich - Singapore - transit 3 jam di Changi airport - Medan.
melelahkan!

sesampainya di Polonia airport, udara lembab dan panas bikin aku makin suntuk. kami dijemput kakakku dan keluarganya. sewaktu sampai di rumah, aku ngeliat bapakku jalan ke arah datangnya kami bertiga. aku tersadar, mulai saat ini kami semua ga akan pernah melihat ibuku lagi berjalan di sebelahnya. ini membuat aku menangis sewaktu memeluknya.


saat ziarah pertama kali, tanah di makamnya bahkan masih basah. 
yang bisa aku lakukan sekarang adalah berdoa sehabis shalat, bacain surat yaasiin, kirim doa juga khatam al Qur'an sebelum 40 hari. ga banyak memang, ga sebanding dengan apa yang sudah dia berikan tapi semoga memadai.


hari ini, 17 hari setelah ibuku wafat.
aku bahkan hampir ga percaya kalau dia sudah ga ada lagi. sering aku berfikir, mungkin ibuku cuma pergi selama sejam aja, mungkin ke pasar.. dan sebentar lagi dia pasti pulang lagi ke rumah. atau sewaktu kami sekeluarga berkumpul dan bicara2, tiba-tiba aku tersentak dan bertanya dalam hati: Ibu mana ya? kok ga ada di sini dan ikut ngobrol juga?
bahkan kadang aku berpikiran dia bakalan buka pintu kamar dan keluar dari sana. 
mungkin masih sulit membiasakan diri.
berhubung aku ga bisa make koneksi internet banyak di rumah, aku nulis postingan di warnet. aku harus sedikit nunduk supaya orang2 ga bisa liat aku nangis. di sebelahku ada seorang lelaki, mungkin dari Malaysia dan dari tadi handphone-nya berdering terus. ternyata tingkah menyebalkannya ga juga bisa bikin air mataku berhenti...

1 comment :

Webcam said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Webcam, I hope you enjoy. The address is http://webcam-brasil.blogspot.com. A hug.