Wednesday, 29 April 2009

berita itu....

sewaktu mendengar berita bahwa bokap meninggal, aku sedang berada di rumah kakakku di Achstetten, Jerman. memang benar, kalo ada telepon di tengah malam dan pagi buta, biasanya itu sesuatu yang sangat penting, kemungkinan berita buruk.

aku masih ingat benar, sejelas-jelasnya.. sewaktu jam 9 malam (jam 3 pagi WIB) masuk SMS dari kakakku, Dewi, mengabarkan bokap masuk UGD karena sesak nafas. kontan kakakku dan aku lemas... teringat lagi kejadian setahun lalu dimana ibuku meninggal. mana di waktu itu kakakku berencana mo ngerayain pesta ulang tahunnya, lagi. bayangin gimana paniknya. kami berdua ga tau mau berbuat apa, mau tidur ga bisa, biasanya kami online malam hari kali ini ga selera, mo ngobrol pun ga ada niat, akhirnya kami pergi ke dapur dan... masak!
yup, masak!
di tengah malam.

besoknya, setelah dengar kabar kalo dokter bilang tunggu 2-3 hari sampai kondisi bokap agak membaik, kami masih ga tenang. bolak-balik telepon berdering, SMS dikirimkan dan abangku langsung terbang dari Hongkong ke Medan pagi hari.
keputusan sementara waktu itu, bokap bakal mau operasi jantung di Singapore. aku udah mulai ga tenang, malamnya aku packing, jaga-jaga kalo berangkat secepatnya ke Singapore.

aku tidur dengan keponakanku, Alessia. di pagi hari sebelum jam 6 pagi, handphone kakakku yang ga sengaja tertinggal di kamar tempat aku tidur, berdering. aku masih gelagepan waktu dengar handphone bunyi jam 6 pagi. belum sempat diangkat, teleponnya mati. Alessia bilang, sini biar aku aja yang angkat kalo ada telepon buat Mama. ga lama, kakakku bangun, mungkin karena udah ga tenang dia telepon ke Medan. waktu dia nelepon abangku,
abangku bilang bokap koma, sekarang sedang dipompa jantung.
sewaktu abangku bilang:
"udah ga bisa disembuhin lagi.."
tiba-tiba sambungan telepon terputus.
rasanya ada yang nimpain beton ke kepalaku.
gimana perasaan lo dengar bokap lo sedang dipompa jantung sementara lo sedang berada ribuan kilometer dari dia?

aku langsung cari koneksi kereta ke Zurich. aku bisa pulang dari Achstetten jam 10 pagi, sampe sekitar jam 1 siang di Zurich. tapi abang iparku langsung ngelarang, katanya semuanya bakal berangkat sama. ga lama kakakku, Nana, telepon buat ngasi tau koneksi penerbangan, kebetulan di kantor suaminya ada travel agent-nya.
hampir sekitar satu jam kami telepon sana-sini buat mastikan penerbangan mana harus diambil. yang ada cuma Singapore Airlines dan KLM. Singapore Airlines harus bermalam di Singapore karena koneksi dari Singapore ke Medan padat, atau berangkat besok. aku langsung bilang aku mo ambil KLM karena aku ga mau buang waktu lagi.
di saat aku masih bingung mutusin, kakakku nelpon lagi ke Medan, mo tanya gimana keadaan terakhir bokap. tapi ternyata yang kami dengar kabar kalo bokap udah meninggal dari tadi. ternyata setelah sambungan terputus tadi ga lama bokap pergi. kakak dan abangku di Medan udah coba hubungi ke kami tapi sambungan ga masuk.

waktu itu aku ngerasa dunia kayak kiamat!

langsung kutelepon kakakku Nana, ngabarin bokap udah meninggal. dalam kebingungan kayak gitu, akhirnya kami bisa booking tiket KLM untuk 5 orang. kepalaku pusing seketika, belum lagi setahun ibuku meninggal, bokap udah menyusul juga?
sewaktu aku turun tangga dengan koperku, aku cuma bisa berkata dalam hati
Mom, Dad, I'm coming home....

No comments :