Sunday, 25 October 2009

Zertifikat Deutsch

FIUUUHHHHHH.......
mungkin ini adalah ekspresi paling tepat untuk perasaanku kali ini.
bagi yang pernah ngebaca blogku, pasti tau bahwa akhir-akhir ini aku belajar ekstrim rajin kayak dikejarin setan karena mo ujian. bagi yang ga baca blogku, dosa-dosa kalian akan diampuni Tuhan. kemarin -tepatnya hari Sabtu- aku udah ujian.
ujiannya mulai dari jam 13.00 teng ampe hampir jam 17.30.
yeah, ga perlu dibayangin gimana pegel dan tegangnya.

sehari sebelum test, di kelas kami adain test kecil-kecilan buat latihan. kebetulan pas test yang sebenarnya aku akan berpasangan dengan teman sekelasku, Tomasz, di bagian Mündliche Prüfung alias lisan. hari Jumat kami berdua dipasangkan buat berdialong.
hasilnya: G.A.G.A.L.
guruku bilang, aku berbicara terlalu rumit dan detail. akibatnya pasanganku jadi bingung mo nanya apa. sedangkan keadaan sebaliknya, tema yang dipilih temanku kurang sesuai. otomatis, kami berdua super panik!
gila, ujian besok tapi sampe hari ini kami masih gagal dalam dialog.

langsung disepakati, besok paginya kami ketemuan jam 11 siang buat latihan lagi. untungnya kami udah tahu duluan kami bakal dipasangkan dalam dialog.
kalo ga... jangan tanya deh!
pada hari H, jam 11 teng kami jumpa di sebuah kafe di Paradeplatz. Tomasz udah kudu nongkrong di situ, milih duduk di pojokan seolah-olah kami ini mo transaksi narkoba.


practise the dialoge with Tomasz before the battle


kami latihan sekitar sejam. setelah itu, kami berangkat ke sekolah.
bener deh, serasa mo berangkat perang!

yah, emang perang lagi. perang otak!
di sekolah udah ada sekitar 20 orang lagi nunggu dengan muka mules. saat itu aku berpikir, oke... ga cuma kami berdua aja yang dari tadi ngerasa ada yang aneh di lambung.

setelah dicek ID card dan menyerahkan ponsel, ujian pun dimulai.
di bagian Leseverstehen disediakan waktu 90 menit, aku lumayan bisa menjawab dengan baik. walaupun di beberapa soal aku cukup ragu. setelah itu istirahat 20 menit.

babak berikut, babak yang paling kubenci, Hörverstehen. aku selalu aja kelabakan di bagian ini. pasrah pada Tuhan!
sayang ga bisa itung jumlah kancing soalnya selain yang harus dijawab adalah benar atau salah plus di hari ujian aku ga make baju berkancing...

lanjut lagi tanpa ada istirahat, kali ini Schriftlicher Ausdruck/Brief.
benar penonton, menulis surat!
untungnya surat yang harus ditulis surat pribadi. menurutku, bagian ini adalah bagian paling mudah. selanjutnya, disediakan waktu istirahat.

sebenarnya ini juga bukan istirahat, tapi tenggang waktu buat babak berikut yang bikin semua orang gugup yaitu Mündliche Prüfung. walaupun udah sehari-hari berbahasa Jerman dengan seadanya tapi aku tetap aja gugup.

tapi asal tau aja, bagian ini punya poin paling tinggi yaitu 75 poin, dibandingkan di bagian lain yang cuma berpoin sekitar 15-25 poin. makanya, aku juga ga mo gagal. Tomasz dan aku udah kayak mo nunggu eksekusi aja.
kami berusaha ngobrol biasa, sok mau bertingkah normal.
tapi bentar-bentar kami menghela nafas trus ketawa.
yah, ngetawain diri sendiri.

akhirnya, kami dan empat orang lainnya dipersilakan masuk ke ruang persiapan. di sini kami di bagikan 3 lembar kertas, karena babak ini terdiri dari 3 bagian. kami boleh mencatat hal-hal penting yang bakal dibicarakan. tapi ga boleh nulis kalimat lengkap dan ngebacanya saat diuji. waktu disediakan sekitar 20 menit dan perutku rasanya udah mulesssss....

eksekusi pun tiba.

pertama: Kontaktaufnahme.
ini cuma saling memperkenalkan diri.
berhubung udah mengetahui kelemahan diri sendiri -berbicara terlalu rumit- kali ini aku bicara lebih simpel, walau sempat berhenti beberapa detik karena tiba-tiba lupa dan gugup.

kedua: Gespräch über ein Thema
di sini aku harus menceritakan tentang sebuah teks singkat ke partnerku (demikian juga sebaliknya), selain itu kami juga harus memberikan pendapat tentang teks tersebut. aku berbicara ga terlalu lama, tapi biar deh.. daripada ngomong lama tapi ga ada inti
(ini alasan karena ga tau lagi apa yang mo dibilang..)

ketiga: Gemeinsam eine Aufgabe lösen
kalo tadinya kami bicara sendiri-sendiri, kali ini kami harus berdiskusi.
soal ceritanya:
kami berdua bekerja di perusahaan yang sama dan dapat tugas dari bos untuk mengubah kantor menjadi bersuasana eco-friendly. pada waktu latihan, kami bagus-bagus aja. tapi di bagian ini Tomasz -yang mungkin makin gugup- jadi nunduk terus.

padahal di bagian ini kami harus saling kontak mata. ga boleh melihat penguji yang mengawasi dan ga boleh lihat catatan.
dalam hati aku udah teriak terus,
Tomasz lihat aku dong... jangan nunduk terus!
tapi dia cuma ngeliatku sekali-sekali aja. doa ga terkabul.....
keluar dari situ, perasaanku udah campur aduk antara bingung kok tiba-tiba aja ujian udah berakhir dan juga lega karena ga perlu duduk seharian lagi.
aku pun berpisah dengan Tomasz yang belum apa-apa udah pesimis.

hari ini -hari Minggu- Tomasz udah ngirim SMS nanyain
"Gimana ya hasil ujian kita..."
beneran deh ini anak memang ga sabaran!
mo tau kapan kami bisa dapat hasilnya?
MINIMAL 6-8 MINGGU LAGI a.k.a. DUA BULAN!!!

No comments :