Wednesday, 10 November 2010

lagi, tentang teman-teman

baru-baru ini ada kejadian ga enak yang terjadi dengan saya. di facebook.
saya dituding macem-macem, mulai dari 'menjelek-jelekkan-negara-sendiri' sampe ke soal agama.

ini terjadi karena diskusi saya dengan beberapa teman lewat thread message di facebook. mulanya diskusi masih soal pertemanan. lama-lama ga tau kenapa jadi bahas agama. terus terang, dari dulu saya jarang bahas soal 'berat' kaya gini. maklum aja, pengetahuan agama saya kan minim. saya ga mau sok tahu.

entah karena saya salah nulis di thread message, teman-teman saya marah ke saya. (mungkin) ga terima pendapat saya. menyadari teman-teman saya marah, saya coba minta maaf. yah, mungkin aja saya terlalu 'keras' mengutarakan pendapat. perlu diketahui, sesudah saya minta maaf di thread message, mereka sama sekali ga ada menanggapinya. ga tahu apa memang sudah memaafkan saya dalam hati atau memang sengaja mengacuhkan...
entahlah, saya ga mau memikirkan dan membahasnya.


beberapa minggu berlalu.
saya masih sibuk dengan aktivitas saya. lalu muncul bencana yang menyakitkan hati semua orang Indonesia: banjir Wasior, tsunami Mentawai dan letusan Merapi.
saya yang dalam hal ini masih mengakui kalau saya orang Indonesia terus terang sedih melihat ini semua.
saya ga mau ceritain secara detail di sini. intinya, saya ada nulis sebuah status yang berhubungan dengan bencana Merapi. beberapa komentar dari teman-teman saya bermunculan yang juga berpendapat sama dengan saya.
saya membalas komentar, sedikit menyesalkan tentang keadaan Indonesia.

tiba-tiba muncul sebuah komentar (atau lebih tepatnya tudingan) yang mengatakan:
"...jangan cuma kebudayaan barat yang lo bangga-bangakan.... jangan cuma belajar bahasa orang lain aja, coba buka kitab suci lo dan pelajari isinya...."
saya kaget. juga sedikit heran.
sama sekali saya ga ada membahas soal agama, apalagi budaya barat.
tapi kok diterjang komentar seperti itu.
komentar dari seorang teman yang lain juga datang, intinya mendukung bahwa saya 'lupa-negara-sendiri.'

pihak-pihak lain bereaksi membalas kedua komentar itu.
teman-teman saya dan kakak-kakak saya punya pendapat lain dari kedua orang tersebut. ga perlu saya beberkan gimana kerasnya reaksi kakak-kakak saya.
saya heran, apa sesederhana itukah seseorang menilai orang lain?
hanya berdasarkan apa yang mereka lihat dan tahu dalam kurun waktu 4 tahun (yang dalam hal ini lebih dari sepuluh tahun yang lalu!), hanya berdasarkan apa yang saya tulis di facebook dan (mungkin) hanya berdasarkan melihat foto-foto party saya di facebook.

apa mereka tahu betul bagaimana hidup saya di sini?
apa mereka sudah sebegitu 'timur' kah sehingga seenaknya saja menuding saya 'kebarat-baratan'?
bila seandainya merekalah yang ada di posisi saya (dalam hal ini, bertempat tinggal di negara lain), apakah mereka sudah pasti lebih baik daripada saya?
dan memangnya apa yang sudah mereka perbuat untuk Indonesia?

saya memang tidak berbuat apa-apa untuk Indonesia (saya mengaku kok!)
yang saya buat cuma belajar keras bagaimana agar orang-orang di sini tahu bahwa orang Indonesia tidak bodoh!
selain itu apa yang bisa saya lakukan adalah terus memperkaya diri saya dengan pengetahuan dari berbagai bidang. saya tidak mau mundur hanya karena beberapa komentar. saya berusaha terus membuka pikiran dan wawasan, bertoleransi dan menerima perbedaan.
karena perbedaan itu diciptakan untuk dimengerti, bukan untuk dipertentangkan.
paling tidak, saya bukanlah golongan orang-orang yang sepanjang hari hanya nongkrong di facebook, memantau setiap status dan foto orang lain lalu memberikan komentar sana sini. begitu seterusnya hingga dunia kiamat.
facebook buat saya adalah jembatan dengan keluarga dan para teman.
bukan untuk mencari musuh.

sehabis munculnya reaksi keluarga dan teman-teman saya, mereka seakan tenggelam. yang terjadi kemudian hanyalah, sindiran-sindiran untuk saya melalui status mereka.
biarlah, saya tak mau hiraukan itu. hidup saya sudah terlalu sibuk untuk mengurusi hal-hal yang memang seharusnya saya urusi, tak ada tempat lagi untuk memikirkan status facebook mereka.
tulisan ini memang adalah sebuah tulisan yang tertunda, karena kejadiannya sekitar seminggu yang lalu. atau mungkin dua minggu yang lalu?
entahlah, bahkan untuk memastikannya saya pun tak punya waktu....

No comments :