Sunday, 11 November 2012

after (almost) three months

membaca judul di atas mungkin ada yang hampir mikir kalo saya sedang hamil :D
udah lama saya gak menulis. benar-benar saya rindu buat mengetik-ngetik apa yang ada dipikiran saya. 

seperti judul di atas, (hampir) tiga bulan saya bekerja di perusahaan reinsurance asal Jerman tersebut. hampir tiga bulan jadi assisten, kerjaan saya cukup kompleks. mulai dari tugas kecil kayak mengecek kelengkapan peralatan kantor sampai menyusun dan koordinasi business trip buat si atasan saya.
normalnya saya masih bekerja 40% alias 2 hari kerja, tapi udah hampir tiga bulan ini saya kerja mulai Senin sampai Jumat.

capek? jelas iya.
senang? sudah pasti!
apakah ada hal bikin saya sebal? sayangnya ada :-(

bukan...bukan soal atasan saya! terus terang saya cukup bersyukur, dimana beribu orang sering takut dan sering ngumpet dari boss mereka, saya malah sering ketawa dan bercanda dengan beliau.
yang bikin saya kadang kesal justru kolega saya. 
tragisnya saya harus dealing dengan dia hampir tiap hari, secara kedudukan dia juga sama seperti saya. tapi udah pasti dia lebih senior.

dari hari pertama kerja saya udah ngerasa dia ga welcome saya sama sekali.
banyak hal yang sebenarnya SANGAT menyebalkan, tapi ga bisa saya jabarkan di sini. saya coba menghibur diri dengan mengatakan berulang-ulang kalau dia memang begitu karakternya dan dia berlaku seperti itu juga bukan cuma ke saya tapi ke semua orang di kantor, termasuk atasan saya.
tapi tetap juga tingkah dan kata-katanya bikin saya hampir naik darah.
siapa juga yang gak kesal kadang dia ngomong ke saya seolah saya itu bodoh?!
tapi ya sudahlah. indeed, nothing is perfect in this crazy world.

masih soal kerjaan, satu hal yang masih belum tetap adalah jadwal kerja saya.
ini bikin saya rada sulit untuk buat rencana. 
bahkan hanya sekedar untuk minum kopi :-( 
yang nentuin jadwal saya udah pasti si atasan. bulan September saya kira jumlah hari kerja saya cuma beberapa hari, tapi ternyata cuma libur ssatu hari karena saya ulang tahun :D
bulan Oktober saya udah tahu kalau bakalan tiga minggu penuh bekerja, ternyata (dan untungnya) bekerja penuh sebulan. 
senang aja sih, apalagi saya suka kerjaannya.
tapi jadwal kerja saya memang bikin bingung pegawai di situ, saya sih cuek aja..yang penting tetap gajian *dilempar mesin foto kopi*

walaupun masih terbentur masalah bahasa, saya ga mau malu nanya kalau ada bahasa Jerman yang saya kurang ngerti. banyak yang mau berbahasa Inggris ke saya, dengan si kolega 'itu' (baca: menyebalkan) saya berbahasa Jerman. tugas untuk saya dititikberatkan untuk menangani client atau mengatur jadwal business trip ke Asia atau negara-negara yang berbahasa Inggris.
seminggu sebelum atasan saya tugas ke luar negri, saya pasti bakalan jor-joran kerja. sehari sebelum keberangkatan pasti saya pulang telat buat mempersiapkan segala kelengkapan dokumen. 
memang, seandainya semua orang mau melakukan janji untuk meeting di jauh hari dan terorganisir, mungkin di dunia ini posisi assisten bakalan gak ada. buktinya bahkan sehari sebelum keberangkatan masih ada aja yang berusaha mau bikin janji, batalin janji atau menukar time slot. 
bahkan di saat tengah malam para broker di Asia masih mengirim email buat bikin janji :-) kalau begini saya mikir, apa mereka masih punya waktu buat private life? *sok tua*

ups, udah hampir jam 23:00.
see you next time, blogger!

Monday, 6 August 2012

Just A Phase

kali ini dengan niat penuh dan tekad bulat saya nulis lagi :o)
senang, karena bisa sedikit lebih maju daripada cuma: login, mandangin post terakhir trus logout. akhirnya bisa sedikit lebih aktif lagi nulis. 
walaupun isi dari post kali ini cuma sekedar ringkasan apa yang akhir-akhir ini terjadi di hidup saya.


hari ini saya nyobain resep perkedel daging bumbu paprika kreasi kakak saya. udah pernah sekali masak hidangan ini. si pacar juga suka, perkedel daging buatan saya dimakan tandas :D masaknya sih ga terlalu sulit, cuma buat saya yang amatiran membentuk perkedel daging terasa rada ribet dan lama (baca: males). tapi kalau sedang rajin seperti hari ini, biarpun dua - tiga jam di dapur juga saya jabanin. aslinya sih ga selama ini masaknya, tapi saya maunya nyantai. masak sambil dengarin lagu-lagu Queen sambil nostalgia tentang zaman SD dulu :o)


asik rasanya bisa nyoba resep baru, masak berjam-jam di dapur ditemani musik, pikiran ga sumpek. melenceng dari topik masakan, kalau dipikir-pikir terkadang saya menganggap memasak sebagai stress release. sebagian orang pergi belanja, ada juga yang makan membabi buta. kalau saya lebih suka memasak, walaupun masakan saya bukan kayak Farah Quinn :D 

terkadang ada saat kita merasa kesal dimana beberapa hal tak berjalan sesuai rencana, pertengkaran dengan pasangan juga bikin kita enggan bahkan cuma berpapasan dengannya *nulis berdasarkan pengalaman*. di saat seperti itu saya bakalan lebih suka pergi ke dapur dan masak. sewaktu memasak itu pikiran saya teralihkan untuk menyiapkan bumbu, merajang, menggoreng, menumis, mengaduk sampai akhirnya makanan matang. biasanya saya merasa lebih baik sehabis memasak. alasan lain saya memilih memasak daripada belanja atau berpesta lebih karena masalah keuangan. 
kesimpulan: saya bokek.
kembali ke topik hidangan perkedel daging bumbu paprika. terlepas dari ketidaktahuan bagaimana bentuk masakan aslinya (karena cuma mencatat resep melalui telepon :D), inilah foto masakan saya. 


Perkedel Daging Bumbu Paprika
jangan terkecoh penampilan luar :)


topik lain, akhirnya saya membereskan beberapa link di blog saya. bermodalkan blogwalking di Minggu siang, saya menemukan beberapa blog menarik dan lucu. hal berikutnya yang pengen saya lakukan yaitu ganti skin blog. ini memang rencana jangka panjang, ibaratnya repelita (btw, saya lupa kepanjangan dari repelita). kapan saya bisa ganti skin blog, masih berupa misteri. 
wushhhh *suara angin*.


akhir-akhir ini saya merasa kurang yakin tentang beberapa hal di hidup saya.
setiap individu pasti pernah merasakan fase ini dalam hidup. suatu hal yang tadinya diyakini dengan sangat bahkan melebihi dari agama sendiri, seketika jadi berubah bentuk, bertransformasi bergerak membias hampir menghilang. saya terkadang bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi. apa karena kita merasa 'terlalu nyaman' dengan keadaan itu sehingga malah membuat kita merasa 'mencekik diri sendiri'? atau karena di satu sudut hati kita selalu ada kehadiran dari 'rasa takut'? pastinya fase apapun itu, setiap perubahan selalu memberikan kita hadiah berupa 'kondisi spesial'.


tahun 2012 memang banyak memberikan rezeki buat saya dan sudah barang tentu saya selalu syukuri. situasi baru seperti pekerjaan baru menuntut saya untuk lebih banyak belajar dan menggali kemampuan saya. selain itu ada juga yang kurang menyenangkan seperti ketidakpastian dalam sebuah kondisi. well, baik maupun buruk saya masih bisa untuk bersyukur dan berdoa agar hal yang buruk tersebut bisa berubah menjadi baik. banyak kejutan pasti akan selalu mendatangi hidup kita tanpa peduli fase apa yang sedang kita jalani dan tak ada yang bisa kita perbuat selain siap untuk menghadapinya.
I believe, whatever it is...like Incubus says: it's just a phase.



Friday, 3 August 2012

No Way Back

akhir-akhir ini lagi miskin ide, akibatnya jadi jarang nulis.
padahal sih pengennya lebih sering post (heran, alasanku selalu aja terdengar sama dan sejenis). di satu sisi aku lagi malas banget untuk nulis, tapi kalau ga nulis juga kayaknya ada yang kurang.
serba salah. bagai makan buah simalakama. *salah pribahasa deh kayaknya*


duduk di sudut sofa di apartemen sendirian, diiringi suara jejeritan dari tv yang nayangin film 'Snakes on the Plane'. what a pathetic film! lebih menyedihkan lagi, aku milih channel ini karena ga ada program lain yang bisa ditonton. yeah, aku ga nonton sih, tv dinyalakan cuma sekedar untuk suara latar belakang aja :D


well, here we go...
akhirnya, aku tanda tangan kontrak kerja juga! yuuuhuuu...
sebenarnya ga sedramatis apa yang tersirat di post ini kok. tapi sebenarnya acara penyerahan kontrak kerja ini cukup ribet dan sempat diulur dari waktu yang dijanjikan. masalahnya karena bossku lagi sibuk banget waktu itu. masalah lain karena orang kedua yang harus menandatangani kontrak itu juga ga selalu ada di kantor. akibatnya koordinasi penandatanganan jadi mundur.
awalnya si boss niatnya mau nyerahin kontrak pas meeting kedua bersamaan dengan pembahasan gaji. ternyata sehari sebelum hari H, dia ngirim email panjang beserta penjelasan kalau kontrak kerjaku belum siap untuk diserahkan. ujung-ujungnya aku ke kantor cuma untuk bahas gaji aja. sehabis meeting itu hari yang disepakati sebagai penyerahan kontrak adalah hari Jumat. si boss bilang dia bakalan kasi kabar ke aku antara hari Rabu atau Kamis.


hari Kamis jam 3 sore, ga ada kabar berita. aku coba hubungi si boss, telepon di kantornya ga diangkat, mungkin lagi sibuk. aku kirim email, juga belum ada tanggapan. oke, berarti memang beneran sibuk. 
15 menit sebelum jam 6 sore aku telepon lagi si boss. dia langsung angkat telepon. intinya aku cuma mau nanya kapan bisa bikin termin untuk serah terima kontak kerja. (memang sih kontrak kerja juga bisa dikirim per pos, tapi si boss maunya nyerahin langsung, aku sih ngikutin aja). ternyata lagi-lagi harus diundur. si boss bilang kalau hari Jumat bakalan mepet banget untuk serah terima kontrak, jadi diundur ke hari Senin. aku sempat sedikit ga enak sendiri karena udah bolak balik nelepon si boss, tapi kalau ga menghubungi dan mencari tahu tentang hal ini juga ntar bisa bikin aku bingung. 
note: A: aku, SB: si boss


A: "Sebenarnya saya ga mau bikin Anda stress, saya cuma mau mengatur jadwal saya untuk minggu ini."
SB: *Malah ketawa* "Wah ini kayaknya pertanda baik nih, kalau Anda memang rajin ngatur jadwal gini, pasti ntar bisa kerja bagus jadi assisten saya."


aku jadi ikutan ketawa juga dengar komentarnya. 
singkat cerita, di hari Senin 5 menit sebelum jam 4 sore aku udah memencet tombol angka 4 di lift menuju kantor. si boss sendiri yang menyambutku, ga lama dia memperkenalkan salah satu pegawai Accounting. ngomong sebentar sambil mempersilakan aku masuk ke ruang meeting, si pegawai tadi -yang juga adalah orang kedua yang menandatangani kontrak kerja- nanyain aku.
note: SAk: sang akuntan, A: aku 

SAk: "Anda lebih suka kita pakai bahasa Jerman atau Inggris?"
A: "Saya ga keberatan berbicara dengan bahasa Jerman atau Inggris."
SAk: "Kalau begitu saya pakai bahasa Jerman ya?"
A: "Boleh."
SAk: "Jadi ini ketiga kalinya Anda datang ke sini?" *senyum-senyum*
A: *Nyengir* "Iya."


jadi malu sendiri karena belum juga kerja tapi udah mondar mandir di sana. aku udah memutuskan buat mengirimkan kontrak kerja lewat pos sesudah kutandatangani ntar. sewaktu sedang membahas tentang kontrak kerja dengan si boss...


SB: "Nanti kalau sudah ditandatangani, kontrak kerja serahkan langsung ke saya ya? Jangan serahkan dengan yang lain. Harus saya sendiri yang terima."
A: *Sedikit terpana habis itu nelan ludah* "Certainly, Sir."
SB: "Tapi kalau ga mau naik ke sini juga gak apa-apa, ntar saya yang turun jemput kontraknya."
Aku: "Yes, Sir."


berhubung si boss udah mengirim draft kontrak kerja di email, jadi aku udah baca semuanya dan malamnya aku baca ulang sebentar lalu kutandatangani. habis menandatangani kontrak, terpikir dalam hati: no way back. 
besoknya jam 10 pagi aku telepon si boss, maksudnya mau mampir bentar menyerahkan kontrak. dia nyuruh aku datang jam 11. untungnya koneksi transportasi dari apartemenku ke kantor juga ga ribet, jadi sebelum jam 11 aku udah sampe di sana. pas nelepon si boss buat ngasi tahu kalau aku udah sampe, dia malah bilang mau ngajakin ngeliat kantor baru. wah ini baru seru!


si boss ga lama turun setelah sedikit tertegun ngeliatin kalungku (jangan tanya kenapa). di hari itu aku memang make kalung besar dihiasi manik-manik. iya, aku emang suka make aksesoris yang unik dan ga biasa. 
kantor baru letaknya ga jauh dari kantor yang masih beroperasi sekarang. masih di jalan yang sama cuma beda nomor dan pastinya lebih besar dan lebih modern. suasana kantor baru masih dipenuhi materi bangunan, para pekerja masih bersliweran ngerjain jendela, pintu dan lainnya. menurut rencana mereka bakalan pindah kantor 2 minggu dari saat itu.
si boss nerangin dan nunjukin tiap-tiap ruangan, jelasin dimana ntar meja kerjaku dan ga lupa nunjukin ruang kerja dia sendiri. ya udah pastilah dia milih ruang kerja paling besar dan paling bagus. sewaktu kami sedang melihat-lihat lokasi, ternyata di ujung gang nongol sang arsitek. mereka berdua pun terlibat dialog tentang penggunaan cat di logo perusahan yang dibubuhkan di hampir tiap dinding bagian bawah. 
note: SB : si boss, SA: sang arsitek, A: aku


SB: "Wah ini nampak jelas sekali ya bedanya dengan kondisi yang lalu."
SA: "Iya, Pak. Kan udah saya bilang waktu itu, kalau saya ngikutin kayak pola aslinya, malah jadi kurang bagus hasilnya. Ini aja saya udah ekstrem banget ngecilin warna putihnya. Lihat nih Pak, segini loh saya ngecilinnya, segini." *meragain pake jari tangannya*
si boss ngeliatin mukanya dengan seksama, agak lama dari yang seharusnya. sang arsitek jadi ga enak sendiri diliatin kayak gitu, jadi bingung sendiri. tiba-tiba si boss ngomong,
SB: "Eh rambut baru yah?"
SA: "Eh?!" *tanpa sadar megang dan ngacak rambutnya sendiri* "Nggak kok, biasanya juga kayak gini."
si boss ketawa dan aku jadi ikutan ketawa denger percakapan ga nyambung gitu.
SB: "Ini sekretaris saya yang baru."
SA: *jabat tanganku sambil nyengir.*


kelar dari ngeliat lokasi kantor baru, aku pamit pergi. 
SB: "Nah sekarang Anda punya hal untuk looking forward to, kami juga looking forward buat bekerja dengan Anda mulai September nanti. Kalau begitu, Anda harus nikmati liburan Anda. Udah lama kan Anda ga mengunjungi keluarga di Medan? Tiga tahun, hm saya mengerti kalau Anda memang harus ketemu keluarga Anda. Saya harap Anda bisa benar-benar menikmati waktu Anda di sana."
A: "Thank you, Sir. I will definitely enjoy my time there. I look forward to meet you and the team on the 7th."


sehabis salaman, aku balik badan menuju halte tram. 
kontrak udah diserahkan. there's no way back. that's why I have to move forward.
aku tersenyum sambil mempercepat laju langkahku.

Saturday, 21 July 2012

Wake Up Call

sejak selesai dari pendidikan Handelsdiplom aku makin gencar 'mempromosikan diri sendiri' alias mencari pekerjaan di Zurich. mulai dari mengirim lamaran langsung ke perusahaan dan institusi ataupun mencoba dengan memakai jasa agency. biasanya aku mengirim spontaneous application lewat website mereka. jujur udah lebih dari sepuluh agency kuhubungi, cuma dua yang menyambutku cukup positif. selainnya cuma menghubungi pada awalnya dan menolak aplikasiku. nasibbb...


aku dihubungi oleh dua agency. sebut aja yang satu Agency X dan lainnya Agency Y. dengan Agency X aku buat termin hari Senin dan Agency Y hari Selasa.
kesimpulanku: wow, beda jauh!


berhubung aku mengirim ke hampir semua jenis agency, jadi hasilnya juga beragam. Agency X termasuk ke kategori agency yang menawarkan pekerjaan temporer dalam bidang apa saja. sementara Agency Y lebih menitikberatkan ke perusahaan-perusahaan internasional.

kesan-kesanku:
- interview dengan Agency X cuma 15 menit, sementara Agency Y hampir sejam.
- client di Agency Y bertaraf internasional, sementara Agency X banyak yang lokal.
- konsultan di Agency X lebih mirip kayak sales panci mengingat gaya bicaranya ketara banget diatur, sementara dua konsultan Agency Y mewawancarai dan menangani profile-ku dengan profesional.
- aku merasa risih dengan konsultan Agency X yang ngeliatin penampilanku dari atas sampai bawah, dalam hati aku mikir: Apakah wanita ini mengagumi saya?


aku sudah tetapkan untuk lebih memakai jasa Agency Y. mereka kelihatan lebih bisa diandalkan. sayangnya sewaktu aku diwawancara mereka belum punya sesuatu untuk bisa ditawarkan ke aku sebab beberapa kandidat sudah mereka utus untuk interview. begitupun aku tetap berusaha keep contact dengan salah satu konsultan yang mewawancaraiku.

hari Kamis dua minggu lalu -tepatnya tanggal 5 Juli- aku dibangunkan dering telepon genggamku. rasanya hampir loncat dari tempat tidur saking kagetnya.
jam 08.37 pagi. memang, jam segini setiap orang udah pastinya pada melek. tapi seperti biasa aku selalu bisa kasi alasan paling jitu yaitu: begadang. jangan keburu nuduh duluan, aku begadang karena sibuk mengirim aplikasi ke banyak perusahaan.

aku ngeliat nomor di ponselku. nomor yang ga kukenal.
masih ngantuk tapi aku jawab juga panggilan itu.
note: A = aku, PM = penelepon misterius

A: Hallo. (aslinya sih aku mengangkat telepon dengan nyebut nama belakangku: Hardy, tapi pas ditulis kok aneh yah?!)
PM: Selamat pagi Ms. Hardy. Nama saya bla bla bla. Anda baru-baru ini melamar di perusahaan kami. *dia nyebutin nama perusahaannya*
A: *mikir: kayaknya dia tadi ngomong perusahaan asuransi dan aku baru-baru ini cuma ngelamar ke satu perusahaan asuransi.* 
-hening sedetik-
A: Ya, benar. Saya memang ada mengirim lamaran.
PM: Saya bermaksud mau bikin termin dengan Anda untuk interview. 
A: *panik* Dengan senang hati. 
PM: Kapan Anda ada waktu?
A: Saya flexible, saya bisa cocokkan dengan jadwal Anda.
PM: Kalau besok?
-tiba-tiba terdengar soundtrack film Mak Lampir-
A: *setengah nyesal karena nyebut kata flexible* Ya boleh, saya ada waktu besok. Anda bisa sebelum atau sesudah tengah hari?
PM: Gimana ya? Sesudah jam makan siang aja gimana? Jam 14.30 begitu...
A: Ga masalah. Maaf bisa Anda sebut sekali lagi nama Anda?
PM: Nama saya bla bla bla. Saya CEO di perusahaan ini.
A: *hampir pengsan*

sumpah, rasanya jantungku hampir gagal karena dapat telepon untuk wawancara. oke, ini memang bukan pertama kalinya aku wawancara di Swiss dengan bahasa Jerman dan Inggris. tapi wake up call dari CEO tadi buat interview BESOK rasanya memang bikin panik. sehabis mandi aku langsung nyalakan laptop dan nyari info tentang perusahaan tersebut. mengingat banyaknya lamaran yang kukirim, aku berusaha membuat sistem tersendiri dalam mengingat perusahan-perusahaan itu. caranya dengan mengkopi semua lamaran yang kutemukan di internet ke dalam Word file dan memberi tanda warna merah untuk setiap aplikasi yang kukirim. kalau aplikasiku ditolak, iklan mereka bakal kuhapus dari file itu. sedikit ribet memang, tapi sistem ini cukup efektif buatku. jadi kalau sewaktu-waktu ada panggilan interview aku bisa dengan mudah buka file ini dan baca kembali job description yang mereka tawarkan.

seharian aku menghabiskan waktu untuk membaca tentang perusahaan tersebut, segala newsletters dan presentasi perusahaan juga aku print, ga lupa juga membaca sedikit profil tentang CEO yang bakal mewawancaraiku. selebihnya mencari tahu lebih dalam tentang bisnis reinsurance di internet dan ga lupa mencari peta lokasi perusahaan. 
persiapan satu hari yang cukup kilat. 


besoknya jam 13.00 aku udah nangkring di salah satu kafe di tengah kota ga terlalu jauh dari lokasi interview. sambil membaca profil perusahaan aku minum cappuccino, berusaha untuk ga gugup. aku deg-degan, berusaha mengumpulkan percaya diri untuk bisa lancar berbahasa Jerman nanti.
jam 14.30 aku tiba di perusahaan itu, setelah sempat tersesat ke lantai 5 :-(
aku disambut assisten yang sudah berumur 50-an. dia bilang, bossnya bakalan datang sebentar lagi.
berusaha tenang, aku mengatur nafas sambil pura-pura membaca fotokopianku. 
si boss datang telat kira-kira 7 menit dari waktu yang dijanjikan. 
sambutan dari si boss ternyata sangat ramah. ini di luar perkiraanku yang tadinya mikir bakalan diteror pertanyaan hampir ga masuk akal, tipikal pertanyaan dari HR Department. interview berjalan santai dan makan waktu hampir sejam. seperti biasa, aku diwawancarai dengan bahasa Jerman dan Inggris. dia ga ada nanya soal pekerjaanku sebelumnya, lebih bercerita tentang perusahaan, hampir sedikit berpromsi ke aku. aku merasa si boss cukup positif menganggapiku.
aku nanya tentang situasi posisi tersebut. mereka menerima aplikasi dari 85 kandidat dan menghubungi 4 orang untuk diwawancara (termasuk aku). sewaktu menerangkan hal ini si boss ngomong...
note: A = aku, SB = si boss


SB: Ada satu hal lagi, dari 4 orang yang kami hubungi salah satu kandidat menelepon saya kemarin. katanya dia baru saja dapat pekerjaan.
A: Oh begitu.
SB: Tadi pagi saya juga mewawancarai satu orang kandidat. Tapi kalau dibandingkan dengan Anda dia kalah jauh. Kayaknya saya ga bakalan ambil dia buat jadi asisten saya.
A: *ngucap dalam hati: pertanda baik* 
SB: Berarti sekarang tinggal Anda dan seorang kandidat lain. 
A: Wah tinggal dua kandidat? Kedangarannya mendebarkan. Saya suka itu.
SB: *ketawa* Saya bakal wawancara dia hari Selasa nanti.

aku diwawancarai hari Jumat. seperti yang kuprediksikan mulai dari Jumat malam sampai hari Selasa tidurku ga nyenyak, perut sering mules. nungguin hasil interview emang cukup menyiksa. begitupun karena interview berjalan lancar dan baik, hari Minggu malam aku mengirim e-mail ke si boss, mengucapkan terima kasih untuk undangan interview. e-mailku dibalas hari Senin dengan tanggapan positif. 
langkah berikutnya: mengunggu hingga hari Selasa, atau paling lambat hari Rabu.
aku gugup nunggu keputusan si boss tersebut. hari Selasa aku berusaha mengalihkan perhatian dengan belanja di kota. tapi rasanya ga tenang. bentar-bentar aku cek ponsel, cek e-mail. cemas terus. jam 17.30 sewaktu lagi belanja di Manor ponselku berdering. si boss nelepon!


SB: Selamat sore Ms. Hardy.
A: Selamat sore.
SB: Yah, akhirnya tadi saya sudah mewawancarai kandidat terakhir.
A: *nelan ludah*
SB: Saya cuma mau mengabarkan Anda, sayangnya....
A: *lemessss dan mikir: yahhh, aku ga diterima di perusahaan ini.*
SB: Sayangnya..... kami harus menyerahkan posisi ini ke Anda.
A: Eh, maksud Anda?
SB: *ketawa* Nggak kok, tadi saya cuma bercanda. Perusahaan kami menyambut Anda dengan senang hati.
A: Beneran? *mendadak lupa tata bahasa*
SB: Ya, Ms. Hardy. Saya bakalan kirim konfirmasi lewat e-mail, jadi kita semua bisa tidur nyenyak yah akhir minggu ini.
A: *spontan ketawa* Terima kasih banyak, saya looking forward untuk bekerja di perusahaan ini.


yaelah, si boss tadinya mo ngerjain aku, kok malah aku yang ga ngerti kalo lagi dikerjain. saking gugupnya malah jadi lamban. sehabis panggilan itu, perasaanku campur aduk. senang, lega, gugup dan masih sedikit deg-degan, rasanya masih ga nyangka bisa akhirnya memenangkan kompetisi ini.
resminya aku bakalan bekerja sebagai Assistant atau Sekretaris. berdasarkan kontrak kerja yang sebentar lagi bakal kutandatangani, aku mulai bekerja di bulan September. awalnya aku masih akan bekerja 40% (sekitar dua hari kerja dari total lima hari perminggu), tapi bakalan bertambah di tahun depan dan di saat tertentu seperti peak season aku harus bekerja 100% (5 hari kerja). aku juga harus menjadi asisten pengganti dari asisten lainnya kalau dia liburan. aku bakalan mengangani client yang berbahasa Inggris, juga mengerjakan tugas administrasi lainnya. aku akan mulai kerja di kantor baru. yeay!


lega rasanya salah satu resolusi 2012 ku bisa tercapai. 
benar-benar semua jerih payah mengikuti Ausbildung alias pendidikan Handelsdiplom terbayar. terlebih lagi aku bisa bekerja untuk perusahaan reinsurance asing, tepatnya perusahaan Jerman, yang bertaraf internasional. sampai saat ini aku udah dua kali meeting dengan bossku, pertama untuk interview dan kedua untuk membahas gaji. 
alhamdulillah, gajinya lumayan menarik :o)
detik aku menulis post ini, aku memang belum resmi bekerja tapi udah dapat aja e-mail dari si boss buat mengatur jadwal di bulan Oktober :D
senang rasanya ada perusahaan yang mempercayaiku untuk mengerjakan tugas-tugas kompleks. 
aku percaya, sebuah sisi lain dari kehidupan menungguku di sudut lain. 
aku siap menghadapinya, aku percaya kalau aku bisa!  
I'm smiling while remembering that wake up call. 
even while being clumsy you could get a luck.
this job would be the best birthday gift to me!
looking forward to September!

Friday, 20 July 2012

Coming Home

jam 23.29 waktu Swiss. (nulis gini bukan mau ngingetin waktu, cuma mau gaya aja biar kayak lirik lagu 11 a.m. -nya Incubus)


deuh, saya telat nulis. lagi! 
emang bukan cuma datang bulan aja yang bisa telat. 
saya juga bisa ikutan telat nulis blog.
lalu apakah sebabnya? alasan klise: sibuk!
ga ngerti sibuk ngapain, yang penting sibuk aja. 


satu kabar gembira (sekaligus salah satu resolusi saya di tahun ini) yaitu: 
mengunjungi keluarga di Medan! yeay!!!
setelah sempat ragu antara mau pulang atau nggak -udah kayak pasangan putus sambung- akhirnya saya memutuskan untuk ke Medan. senangnya bisa ketemu dengan keluarga; abang dan kakak-kakak saya, para keponakan dan seorang teman baik saya di Medan (teman lainnya udah saya pecatin semua :D). saya bakal berangkat tanggal 15 Agustus dan sampai di Zurich lagi tanggal 5 September.


satu hal yang saya rindukan dari Medan selain keluarga saya: makanan!
uahh, rasanya udah ga sabar mau makan masakan asli Indonesia. saya bahkan ga bisa membuat daftar atau semacamnya saking ngilernya. yang pasti saya pengen banget makan lontong, ikan lele bakar dan minum es cendol. masih kurang sebulan lagi mau berangkat. tapi saya udah deg-degan aja.
super excited!
I just love this feeling....

Thursday, 28 June 2012

Indonesian Products in Switzerland

bulan Mei lalu ada promosi dari salah satu department store terkemuka di Swiss.
promosinya yaitu produk dari Indonesia. 
judul promosinya: Bali. 
sebenarnya judul promosi ini saya anggap kurang tepat karena produk-produk yang dijual juga tidak semua berasal dari Bali seperti dari Yogyakarta, Jakarta, Jawa Timur dan lainnya. barang-barang yang dijual mulai dari dekorasi untuk ruangan, peralatan memasak, makanan, minuman sampai buku resep masakan.


senang sih, karena ada negara lain ikutan mempromosikan budaya Indonesia. tapi seperti saya singgung di atas tadi, saya rada kurang sreg membaca tema 'Bali' padahal seharusnya tema tersebut diganti menjadi 'Indonesia'. sifat kurang kerjaan saya pun timbul, berbekal rasa kurang sreg tadi saya nulis email ke customer service department store tadi :D 
saya nulis kalau saya senang dengan adanya promosi produk Indonesia di department store tersebut. selanjutnya saya jelaskan berdasarkan pandangan saya bahwa tema 'Bali' yang mereka angkat kurang tepat mengingat produk yang dijual tidak semuanya berasal dari Bali. saya lengkapi email saya dengan beberapa contoh produk yang sudah saya lihat langsung pada setiap kemasan diproduksi dimana. saya juga sedikit memberi saran tentang terjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jerman untuk produk: Sate Madura.
di situ tertulis terjemahan 'Sate Madura' adalah 'Sate Ayam'. penduduk Swiss yang kurang tahu tentang bahasa Indonesia bisa-bisa tersesat dan menganggap bahwa kata 'Madura' berarti 'Ayam', sementara Madura adalah nama pulau di Jawa Timur. satu saran lain yang saya tulis adalah untuk membedakan antara 'Batik' dan 'Tie-Dye'. saya jengah mendengar batik sering dikaitkan oleh kaum hippie, padahal dari sejarah udah jelas kalau batik dulunya adalah simbol kaum bangsawan. email tersebut saya lengkapi dengan link dari wikipedia yaitu link tentang Pulau Madura, Batik dan Tie-Dye :D


mungkin orang mikir kok saya segitunya banget yah sampe ngirim email ke customer service-nya perusahaan tersebut. tapi sumpah, saya gerah dan jengah lihatnya. informasi salah seperti ini bisa jadi sangat menyesatkan buat konsumen. kesalahan ini bisa membuat konsumen mikir bahwa tie-dye adalah batik, bahwa Madura berarti ayam dan paling fatal kalau mereka berfikir bahwa Indonesia adalah bagian dari Bali, padahal Bali adalah salah satu provinsi di Indonesia. hal terakhir ini yang paling ingin saya hindari.
oke, email saya emang ga dibalas :D
salah satu teman saya dari Afrika Selatan, Stephanie, yang tahu kalau saya nulis email tersebut berkomentar, 

Teman: "Wuah hebat banget lo, Ika..nulis email kayak gitu!"
Saya: "Emailku ga dibalas kok" *cengengesan*
Teman: "Biarin, yang penting pihak mereka udah malu banget masa bikin promosi kayak gitu."


saya sih bukannya mau buat malu pihak mereka. saya bahkan mendukung banget program ini! tapi beberapa hal memang patut disayangkan, seperti yang saya kutip dari email saya:
"...sangat disayangkan sekali bila perusahaan X -yang merupakan salah satu department store terkemuka di Swiss- tidak melakukan riset lebih menyeluruh dan mendalam terhadap produk yang akan diluncurkan, terlebih lagi ini menyangkut budaya asing. Semoga di masa yang akan datang kesalahan seperti ini tidak terjadi lagi dan pihak Anda lebih menilik sebuah tema dengan lebih cermat lagi sebelum memutuskan memakai tema tersebut hanya berdasarkan fakta bahwa tema tersebut berbau eksotik dan berada di puncak trend...."


dan yang seperti saya tulis di atas, saya mendukung sekali promosi budaya Indonesia karena itu saya juga membeli beberapa produk tersebut. 
check them out!


Besek alias kerajinan anyaman bambu warna-warni 
saya jadikan hiasan interior :o)


Kue Lapis Legit atau Layer Cake
punya kenangan tersendiri tentang Ayahanda buat saya


Kopi Arabica Mandailing
ditulis 'Mandheling' :D


Bumbu Bebek Betutu
saya beli karena tempat bumbunya imut hehe


sebenarnya saya juga ada beli produk lain yaitu Teh Rempah tapi teh ini saya hadiahkan buat guru saya di KLZ. awal Mei lalu dia baru nikah dan kami sekelas pada diundang, ga tau apa ada yang datang. saya memang waktu itu ga bisa datang, jadi hadiahnya saya tahan cukup lama nunggu dia habis bulan madu dulu. berhubung bingung mau ngasi apa, saya kira dia pasti udah punya lengkap barang pecah belah di dapurnya. jadi saya putuskan buat hadiahkan produk-produk Indonesia kayak teh rempah, kopi mandailing, lukisan kecil dari Bali, kecap Bango :D semua saya kemas di besek warna hijau. pilihan aneh memang buat hadiah pernikahan haha. satu lagi saya hadiahkan untuk guru saya yaitu novel 'Out' (emang saya miskin ide!). untungnya guru saya suka dengan semua hadiahnya, dia sampai terbengong waktu ngeliat besek, habis bengong dia jejeritan kesenangan. katanya dia mau majang besek itu di ruang kerjanya. 
itu sih juga katanya... :o)


kue lapis legit emang punya kenangan tersendiri buat saya.
dulu bokap pinter buat kue lapis legit. bikin kue lapis legit kan emang perlu ketelitian. jadi saya mengenang bokap dengan makan kue lapis legit. 
btw, ada yang tau nggak di Indonesia ada jual lapis legit merk seperti gambar di atas? kuenya enak banget loh! mohon infonya :o) 
sayangnya saya ga bisa beli sarung bantal batik soalnya mahal banget sih. kira-kira di Indonesia harga sarung bantal batik berapa yaa? ada yang tahu?

Wednesday, 20 June 2012

cosmetic and books

di bulan Juni ini saya berusaha nulis di blog lebih rajin.
paling tidak sampai saat ini lumayan berhasil, tapi tetap saja masih harus benahin blog dan entah kenapa giliran ngurusin link rasanya malas banget! 
harus rajin blogwalking lagi nih padahal saya lagi seru-serunya nonton UEFA 2012, football fever :-(


ganti topik! 
biasanya saya sering nulis di blog tentang sepatu, baju atau makanan (btw, yang terakhir ini kok semakin jarang saya tulis yah? hmm). tapi kali ini saya mau membahas sedikit tentang kosmetik.
yeah, saya juga kurang tahu apa dengan wajah pas-pasan kayak gini pantas membahas kosmetik? lupakanlah, anggap saja saya mirip Dian Sastro waktu dia melenggang di Festival Cannes 2012 :D


jadi ceritanya di Zurich sedang sale!
ini berlaku dalam kategori apapun. berhubung saya lagi demen beli kosmetik dan perawatan wajah, jadi saya juga 'memburu' kategori ini. btw, penggunaan kata 'demen' itu bukan karena saya jago dandan, tapi karena stok kosmetik menipis :)
saya termasuk kategori perempuan yang beli kosmetik cuma kalau lagi sale! :D
dan saya cukup bangga dengan hal ini mengingat harga kosmetik di Swiss makjang mahalnya. tapi biarpun mahal bukan berarti sama sekali ga ada harga murah kan? yah karena itu saya cuma beli pas waktu sale hihi. biasanya saya membeli stok kosmetik sewaktu summer sale dan winter sale. 
yup, dua kali dalam setahun.
kecuali untuk kosmetik perawatan wajah alias pembersih muka dan penyegar (yaelah, ada ga sih yang ngerti tulisan saya? seakan mau ngalahin pakar kecantikan aja, sumpah saya nulisnya aja malu!), untuk pembersih dan penyegar tadi saya beli kalau habis, biasanya sekali dalam dua bulan. kosmetik yang selalu saya stok biasanya adalah  peralatan dandan. iya iya udah tau banyak orang ga percaya kalau saya itu dandan juga. atau mungkin...... saya mengaplikasikan make up ke wajah begitu halus hingga ga ada yang sadar? ada yang tahu kenapa? rahasianya adalah pemakaian kuas, Ibu-Ibu!! *loh kok malah jadi arisan?!*


baiklah, cukup ngelanturnya!
tadi siang saya lagi hunting beli kosmetik. di salah satu toko parfum dan kosmetik berinisial M (tenang pemirsa, ini bukanlah inisial korban pemerkosaan), saya ngeliat ada eyeshadow lagi diskon, hampir 50% lagi! kalau ga diskon ya ga mungkinlah saya mau beli :D eyeshadow merk Yves Saint Laurent itu saya memang belum punya (kata lain dari: nggak sanggup beli). 
warnanya coklat tua, waterproof dan pasti cocok dipakai untuk shalat Jumat (loh ini iklan sarung yah? maap, hari ini saya lagi hobi ngalor ngidul). maksud saya pasti cocok buat dipakai di banyak kesempatan. 
cepat aja saya sambar eyeshadow itu, setelah dapat lirikan iri dari cewek di sebelah saya. padahal dia udah megang lipstick Clinique, cat kuku Chanel dan udah siap-siap mau nyambar mascara Helena Rubinstein. pantasnya saya yang iri kan? dunia emang ga adil.

di kasir pas mau bayar saya sedikit terkejut, loh kok harganya lebih mahal CHF 6 yah?! tenang dulu pemirsa, saya masih ada duit lebih 6 Franc tapi heran aja harganya kok beda gitu? orang bokek emang ngelesnya banyak. 

note: S: saya, PT: penjaga toko
S: "Eh, perasaan tadi harganya sekian deh." *dengan nada lemah lembut.*
PT: *ngecek* "Oh iya yah" 
si penjaga toko merenung trus pingsan, nggak kok! dia bisik-bisik dengan rekan kerjanya, selama adegan itu berlangsung saya senyum manis aja sambil menyibakkan rambut sedikit. sok cantik seperti biasa.
PT: "Memang ada kesalahan dalam penulisan harga."
S: "Begitu yah?"

trus rekan kerja si pegawai tadi ngajarin dia buat meralat transaksi tadi. saya kurang tahu gimana hukum di Indonesia tapi kalau di Swiss (dan mungkin di banyak negara lainnya) harga yang tercantum baik di produk dan di etalase adalah harga sah penjualan. konsumen berhak membayar dengan harga tersebut.
akhirnya saya beli eyeshadow tadi 6 Franc lebih murah! yeayyyy.....
6 Franc mungkin ga banyak banget, sekitar 50 ibu rupiah gitu kali. tapi tetap aja rasanya senang :D dan inilah dia penghuni baru dompet kosmetik saya:



6-Franc-cheaper-eyeshadow :)
background: Natsuo Kirino's novel: Teufelskind (I'm Sorry, Mama)


beralih ke topik lain,
udah beberapa hari ini saya beranikan diri buat baca novel berbahasa Jerman!
awalnya sih karena lagi nyari buku berbahasa Inggris buat Book Swap. saya adalah penggemar cerita detektif, thriller dan kriminal. dari muka saya aja orang udah bisa baca, yes...kriminal banget haha.
iseng-iseng saya beli novel karangan penulis Jepang Natsuo Kirino, dia juga penulis novel keren 'Out'. judul asli novel yang saya beli sebenarnya 'I'm Sorry, Mama' tapi dalam bahasa Jerman diganti jadi 'Teufelskind' alias anak setan! serem banget judulnya....


pertama kali aneh rasanya membaca novel berbahasa Jerman. awalnya saya takut banget nantinya tersesat di halaman pertama. memang saya masih dibantu application kamus buat terjemahin istilah-istilah sulit yang kadang cuma bisa dijumpai di karya sastra. tapi untungnya saya bisa menikmati ceritanya. saat ini sudah bertengger di halaman 103, not bad for the beginner!
okay, saya pamit dulu. mau ngelanjutin membaca :)

Saturday, 16 June 2012

EURO 2012

udah seminggu ini aku rajin banget di rumah mulai jam 6 sore.
buat nonton bola :D
yeah, Piala Eropa 2012! 
kali ini aku agak kurang semangat, karena Swiss ga lolos buat jadi satu peserta di event ini. kecewa deh :'(
tapi tetap aja aku hampir tiap hari nonton di rumah. kadang nonton bareng si pacar, tapi lebih semangat aku sih daripada dia. si pacar cuma semangat nonton kalau udah masuk perempat final :-(

jadi ingat waktu 4 tahun lalu sewaktu event EURO 2008 diadakan di Swiss dan Austria. wuahhhhh, hampir tiap hari aku keluar rumah buat nonton bola! bahkan 'ngeliput' persiapan untuk acara ini. asik banget, kemana-mana nenteng kamera, motret venue buat nonton bola, motret para fans, kota Zurich benar-benar berwarna, atmosfernya beda! ternyata udah 4 tahun yang lalu *sigh* 
loh kok jadi sedih gini yah?


saat ini aku benar-benar ga ada tim unggulan.
asal bukan Belanda aja yang menang aku udah senang! :D
hari ini aku nonton bola sambil ngeblog haha. 
ga terlalu ngikuti pertandingan di grup A, soalnya bukan grup dengan tim unggulan sih, jadi sambil ngeblog juga gpp :)


btw, akhir-akhir ini kalau nulis di blog aku kadang makai kata 'saya' dan kadang makai 'aku'. ga ada sebab sih, tergantung mood dan suasana hati aja. semoga pembaca blog ga bingung yah?
salam olahraga! *heh?!*

Tuesday, 12 June 2012

about shoes on the rainy day

punten!
(akhirnya bisa ngucapin salam kayak gini di blog! :D)

saya udah kangen sekali dengan ngeblog. 
seakan kegiatan ngeblog adalah hal yang dijabani semasa zaman Jahiliyah. sebenarnya ga sepenuhnya saya mengabaikan blog, soalnya udah sekitar dua minggu ini saya beberes blog (btw, jangan ada yang pernah nyingkat 'Beberes Blog' jadi B.B. macam BB cream aja kedengarannya). 
beberes blog dalam artian: mengubah tampilan tulisan biar lebih enak di baca baik itu ejaan, edit kalimat yang salah tulis, bahkan delete beberapa post yang lupa saya tampilkan dan alhasil ceritanya udah basi :-(
sekarang saya merasa tampilan blog saya lebih lega, atau kalaupun ga sepenuhnya lega...paling nggak saya sudah merasa lebih lega udah ngerjain hal ini hehe.


masih soal blog, saya masih harus benahin hal-hal lain seperti: delete link yang udah kadaluarsa di blog saya. asli, saya lamaaaaa banget ga blogwalking, akibatnya link blog yang masih benar-benar eksis di blog saya dikit banget! apa ini karena wabah twitter? saya sedikit banyak merasa beruntung ga bergabung ke twitter, saya dengar banyakan orang berantem di twitter, trus banyak yang cuma nulis ga jelas. lagian nulis di twitter kayaknya minim banget dan kurang puas deh. soalnya kadang saya mo nulis post yang panjanggggg gitu (walaupun tetap aja ga ada yang baca blog saya).

saya udah lama ga upload foto sepatu baru!
alasannya karena memang jarang beli sepatu haha. satu fakta yang baru saya sadari adalah:
kalau saya beli sepatu ballerina, selalu aja berakhir dengan rusaknya bagian belakang (dekat tumit) di kaki kiri. kenapa yah? 
apa saya punya kelainan kalau jalan? atau saya serampangan jadi yang rusak selalu sepatu kiri?
anyways, akhir-akhir ini belum ada beli sepatu model ballerina, tapi saya beli model wedges dan pump shoes. sepatu wedges warna lila muda itu saya beli biar enak jalan. bahannya suede, sebenarnya saya bukan penggemar bahan suede baik itu sepatu ataupun tas, apalagi kalau hujan bikin ga nyaman aja.

my summer shoes


tapi waktu itu saya butuh wedges dan yang modelnya cukup manis plus harganya terjangkau ya yang itu. kalau pump shoes biru tua saya beli waktu ada sale di salah satu toko di daerah Niederdorf. wah rezeki banget waktu nemu sepatu Walder yang sale. bahannya kulit, enak dipake dan terjangkau banget!


the new tough stuffs


saat ini saya memang sedang pengen buangin koleksi lama sepatu saya. duhhh udah pada bulukan dan ga selera lagi mau makainya. semoga aja ga lama lagi bisa beberes sepatu (bukan cuma beberes blog aja). akhir-akhir ini cuaca mendung dan hujan melulu. apanya yang hampir musim panas?! 
huuuuuuuu, ga asik! 
alright see you soon, Blogger!

one year

bagaimana kabar saya akhir-akhir ini?
seperti biasa saya mo update soal Mr. J alias pacar saya :D ga terasa, di bulan Mei lalu hubungan kami sudah setahun. waktu emang berjalan cepat banget. sepertinya baru kemarin waktu dia ngejarin saya di tengah kota cuma buat kenalan doang, sepertinya baru kemarin waktu saya melongo dan shock bukan main waktu ngeliat ternyata di lengan kanannya dia punya tattoo, saya melongo sampai pacar saya ngakak. *OMG, kampungannya saya. ga biasa dengan cowo bertattoo :-(* ternyata udah setahun. 
setahun yang berkesan buat saya. 

kami minum di salah satu bar sepulang dia bekerja dan makan malam di restoran Italy. makanannya enak banget! tapi saya udah lupa apa yang saya makan :) 


 lagi nikmati choco mousse


Mr. J ngasi hadiah buat saya di hari jadian; parfum dan mascara :D dia emang suka banget ngebeliin apa yang disukai cewe, apalagi saya emang bukan penggemar bunga hehe. saya sempat kaget dikasi hadiah, ga nyangka aja dan rada ga enak sendiri karena ga ada menghadiahin apa-apa ke dia (alasannya masih karena bokek kok..). padahal waktu Valentine dia baru aja ngasi hadiah parfum, eh ini udah dikasi lagi. sebenarnya ini bukan pertama kali saya dapat hadiah parfum dari cowo, tapi baru kali ini saya dapat hadiah dari cowo parfum plus mascara haha. waktu ngebuka kado saya kaget aja, ga nyangka isinya mascara :D 
saya malah ngomong,
"Wah, makasih banget! Maskaraku paling mahal sebenarnya cuma merk L'oreal."
ga ngerti apa saya ini kelewat jujur atau emang bego yah? si pacar cuma ketawa dengar 'kejujuran' saya. emang, saya kadang kampungan juga. yang pasti saya menikmati hubungan dengannya, semoga saja hubungan kami bisa berlanjut dan lebih baik lagi.
happy anniversary, mon amour!

Friday, 18 May 2012

sekelumit

cuma dua kata yang pengen aku ucapkan buat situs Blogger: terlalu canggih!
beneran, tampilan baru ini emang bikin aku pusing. yup, pengertian kata 'pusing' sekarang udah sedikit menyerempet ke arah 'kurang mengerti'.
nevertheless, it's always good to be back!


udah berapa lama yah ga post di blog? hmmm...
sumpah, saya kangen menulis di tengah malam. ketik ketik seakan orang paling sibuk sedunia yang dihantui jutaan deadline. saya sampai bingung mau mulai dari mana lagi. saking banyaknya hal yang terlewat karena keterbatasan waktu. kali ini seperti biasa saya bakal rangkum apa yang terjadi di hidup saya akhir-akhir ini.


saya udah lulus di pendidikan Handelsdiplom alias Commercial School itu.
ini berarti satu lagi resolusi tahun 2012 saya udah tercapai! :o)
nilai saya cukup lumayan sekitar rata-rata 5,2. emang ini jauh dari nilai tertinggi yaitu 6. tapi saya juga ga mau terus-terusan mengeluh dan jor-joran lagi kayak dulu. hasil tulisan Selbständige Arbeit tentang Kopi Luwak saya dapat nilai 5,4. lumayanlah :o)
saya cukup pasrah dengan nilai bahasa Jerman. yeaaa...ini memang bukan sekedar kursus bahasa Jerman, tapi tingkat yang lain. lagipula tak ada gunanya meratapi. toh si ibu guru yang galak itu tetap bertengger di pendiriannya, masih mending nilai saya dibandingkan salah satu teman sekelas saya yang di salah satu ujian reguler dapat nilai 1. nilai 1 itu kan nilai mati!
teganya.....
seperti yang saya tulis tadi, saya dulu sempat jor-joran banget. segala sesuatu itu: demi nilai.
begadang sampai jam 3 pagi dan bangun jam 4.15 subuh. kadang sedikit ga percaya kalo saya pernah mengalaminya dan masih tahan juga mengikuti kelas dari jam 8 pagi sampai 4 sore. terkadang saya 'sedikit' bohong ke Mr. J (baca: si pacar) - yeah, kali ini udah pake inisial :D - saya bilang ke dia saya bangun jam 5 pagi padahal sih sejam sebelumnya *sigh*


tapi itu udah berakhir. setidaknya untuk sementara.
saat ini hubungan saya dengan si pacar baik saja. dia baru-baru ini juga lulus ujian untuk bank yang di adakan di Jenewa. saya, jelas saja ikutan senang. tapi kali ini saya ga mau panjang lebar nulis tentang dia, ini kan juga masih blog saya *narsis*.


banyak hal-hal yang super terlewatkan, salah satunya cerita ini.
di beberapa post yang lalu *lupa, malas ngecek* saya pernah menulis tentang bekas teman-teman saya yang tidak suka akan pendapat dan pendirian saya. mereka membenci saya, saya (tidak mau munafik) juga tidak suka mereka. menurut saya, terserah saja mau berburuk sangka saya begini begitu, kebarat-baratan dsb. toh mereka juga tidak tahu keseharian saya di sini, jadi silakan saja berkomentar ini itu, saya akan tetap jalan dengan yang saya yakini.
lalu, di idul fitri lalu saya dihubungi salah satu bekas teman saya. dia memang tidak termasuk dalam orang-orang yang menhujat saya habis-habisan di facebook, tidak nyuruh saya istighfar :D (duh saya juga masih punya agama, ga mesti segitunya kali menggurui seseorang bolak balik nyuruh istighfar, saya merasa ibadah kan tidak perlu dipamerkan) ;o)
kabar dari bekas teman saya itu saya terima lewat SMS. dia mengucapkan selamat idul fitri. SMS saya jawab dingin, saya ga ingin bermunafik ria. saya tidak merasa nyaman lagi berteman dengannya dan lebih baik saya nyatakan terus terang. saya juga tidak nyaman berteman dengan seseorang namun pada saat bersamaan dia juga menjelek-jelekkan dan bergosip tentang saya. lebih baik saya jauhi. reaksi dari dia, sepertinya sedih atau juga... menyesal?! 
entahlah saya tak mau peduli lagi :D


topik lain!
akhir-akhir ini saya rada rajin bergabung dengan klub buku yang didirikan oleh saya satu teman saya dari Afrika Selatan, Stephanie. saya mulai bergabung di Book Swap edisi kedua :o) buku yang saling dipinjamkan adalah buku bahasa Inggris, kebanyakan novel tapi ada juga yang menawarkan buku motivasi bahkan sampai DVD. awalnya saya rada ogah-ogahan untuk bergabung karena cuma mengenal satu teman di situ dan di saat bersamaan saya juga sedang sibuk-sibuknya menjalani pendidikan Bürofachdiplom alias Office Administrative Diploma, jadi waktu itu saya menitikberatkan membaca buku-buku tebal berbahasa Jerman ketimbang novel berbahasa Inggris.


sekarang saya sedikit lebih aktif, lebih sering datang :D
yah, saya pikir kenapa juga saya tidak memulai memperlebar pertemanan saya. toh mereka semua baik, ramah dan lucu. emang sih, buku yang saya tawarkan baru satu hihi. ketauan banget saya lebih senang ngopi dan ngobrolnya ketimbang mengulas buku :D
sekarang saya punya teman-teman lebih banyak lagi, karena salah satu keunikan dari grup Book Swap ini adalah tiap kali pertemuan yang datang sering berganti-ganti dan tiap orang boleh membawa teman yang kira-kira seide dengan kami semua. tentu saja bahasa wajib adalah bahasa Inggris, walaupun saya sering didorong-dorong mereka buat berbahasa Jerman kalau kami semua mengalami benturan, misalnya buat complain ke pelayan, buat nanya tentang pesanan dan hal-hal ga enak lainnya :D
saya sih senang aja dengan kehadiran grup ini di keseharian saya. jadinya saya punya grup teman-teman yang berbahasa Inggris, Jerman dan Indonesia. tinggal pilih mau ikutan social event yang mana :D


saya memang terkenal jarang ngumpul sesama teman Indonesia. bukan karena saya tidak suka mereka atau merasa paling penting di dunia. tapi menurut saya terlalu sering ngumpul dengan sesama bangsa juga tidak terlalu membantu saya buat mengembangkan diri. saya ingin punya banyak teman dari berbagai kalangan dan akar budaya, saya ingin membuka horizon saya dari sudut pandang lain. 
bukan berarti ini tidak dipunyai orang-orang Indonesia, menurut saya berteman dengan banyak orang dari berbeda latar belakang dan budaya membuat kita jadi lebih toleran.
lalu bagaimana hasilnya sampai saat ini?
sangat menyenangkan. saya sangat menikmati hidup saya di Swiss.


oops, sudah lewat tengah malam.
akan dilanjutkan di post mendatang.
semoga saya lebih rajin post di blog! ;-)



Thursday, 12 January 2012

another step

kali ini aku menepati janji.
akhirnya bisa update ga berselang lama dari post sebelumnya.
sebenarnya ini bukan berarti aku sedang banyak waktu luang, tapi karena ada suatu kejadian penting dan kayaknya ga afdol kalo ga ditulis di blog.

aku sempat nulis di post lalu tentang keinginan-keinginanku di tahun.
tanpa disangka, salah satunya terwujud di bulan Januari!
apakah itu? berpacu dalam melodi *loh?!*

jawabannya adalah: izin tinggal C di Swiss.
atau bahasa lainnya: residence permit.
izin tinggal ini menggantikan izin tinggalku yang dulunya masih berstatus B.
izin tinggal C diperpanjang setiap 5 tahun sekali. kalo dibandingan dengan izin tinggal B yang harus diperpanjang tiap tahun dan selalu bikin aku ngenes buat bayarin CHF 100 tiap tahun, dapetin izin tinggal C serasa bikin aku menghirup udara surga *hiperbola*.

buat dapetin izin tinggal C emang ga gampang.
kudu tinggal di Swiss minimal selama 5 tahun! dan ga bermasalah dengan negara.
pertama aku sempat rada takut karena salah satu temanku bilang kalo dia ngurus izin tinggal C sampe 6 bulan lamanya, ribet dan persyaratannya banyak!
dengernya aja udah bikin aku panas dingin.

tapi berhubung aku butuh izin tinggal itu, dengan tekad bulat aku pergi ke Kreisbüro (ini adalah kantor yang mengurusi penduduk di wilayah tempat tinggal dimana kita bermukim, mungkin di Indonesia namanya kantor camat :D).
aku udah dapetin undangan dari Kreisbüro untuk perpanjangan izin tinggal B dari pertengahan bulan November karena izin tinggalku habis masa berlaku di pertengahan Desember.
tapi tentu aja aku kali ini niat membuat permohonan untuk yang C.
di Kreisbüro salah satu pegawai yang baik banget ngejelasin soal izin tinggal C.
satu hal yang wajib diketahui:
buat apply izin tinggal C harganya lebih mahal CHF 20 daripada yang B :D

akhirnya si pegawai ngasi aku selembar kertas yang ga lain adalah undangan untuk datang ke imigrasi buat foto dan sidik jari.
berhubung semua izin tinggal di Swiss sekarang udah pake sistem biometric, maka di kantor imigrasi udah dibuat counter khusus untuk berfoto dan sidik jari biometric.
seminggu kemudian aku datang ke imigrasi.
foto dan sidik jari pun kelar.
tinggal nunggu.

beberapa hari kemudian datang surat dari kantor imigrasi Zurich.
isinya aku harus mengirim atau menyerahkan 3 jenis surat:
- surat keterangan Criminal Record
- surat keterangan dari Social Service
- surat keterangan dari Debt Enforcement Office

pihak imigrasi ngasi deadline sebulan buat ngurusin semua surat tersebut. singkat cerita, semua surat aku serahin ke kantor imigrasi seminggu sebelum Natal 2011. aku emang mau selesaikan semuanya berhubung Natal dan tahun baru kantor imigrasi tutup.
waktu pas ngasi semua dokumen langsung ke imigrasi, aku tanya:
kira-kira pihak imigrasi mengecek semua dokumen saya di bulan Desember atau bulan Januari ya? (dengan kata lain aku pengen tahu berapa lama izin tinggalku selesai)
pegawai imigrasi di counter menganjurkan hal jitu: tunggu aja!
alright Madame, kalo soal itu semua orang juga tau.

selama liburan natal dan tahun baru aku bepergian ke Montreux dan pergi bersama si pacar. sehabis tahun baruan aku balik ke apartemen awal Januari, tanggal 5 kayaknya *udah lupa*. waktu ngecek kotak surat, aku ngeliat selebaran dari kantor pos buat ngambil surat.
tanggal terakhir buat ngejemput surat: 30 Desember 2011.
what????

aku jadi bingung, bisa jadi itu izin tinggalku, bisa jadi nggak.
berbekal kertas yang udah kusut itu *ketindih buku-buku, dompet kosmetik dan kotak kacamata di tas* akhirnya aku ke post yang jaraknya cuma 3 halte tram dari tempatku tinggal.
di counter aku tanya ke pegawai post.

a = aku, wpp = wanita pegawai post
a: hallo, saya dapat kiriman ini untuk mengambil surat. tapi berhubung Natal dan tahun baru saya ga di Zurich, jadi saya udah telat dari tanggal pengambilan surat.
wpp: *ngambil kertas tersebut, ngeliat dan ngomong* surat Anda dikirim kembali ke pengirim.
a: *hampir ngomong, kalo ini gue juga tau!!* hm, ya. jadi bagaimana ya biar saya bisa ambil surat ini?
wpp: surat ini dari Berne, jadi kemungkinan izin tinggal.
a: *langsung deg-degan pas dengar kata 'izin tinggal'*
wpp: Anda sedang mengunggu kiriman izin tinggal?
a: iya, makanya saya mau tau gimana saya bisa ambil surat ini
wpp: wah saya ga tau tuh surat Anda di mana.
a: ngg maksud...nyaa??
wpp: kayaknya mereka bakal ngirim lagi ke Anda
a: kayaknya? trus Anda ga bisa ngecek surat saya posisinya dimana sekarang ini?
wpp: *tanpa ngecek ke komputer* nggak.
a: *hampir maki*

keluar dari kantor pos rasanya kesellllll banget! males banget itu perempuan!
masa cuma ngecek surat aja dia ga bisa. salah satu tujuan counter di kantor pos dibangun supaya penduduk bisa dapat informasi, bukannya dapatin rasa dongkol.
berhubung hari itu aku udah punya janji, jadi aku urungkan dulu mo kantor imigrasi. besokannya aku ke kantor imigrasi, kali ini aku ga mau berangkat pagi buta. males aja :D

untungnya aku dapetin pegawai yang ramah banget!
dia nanya apa aku udah ngecek ke post, aku bilangin aja kalo pegawai postnya ga terlalu mau niat bantu.
dia sampe geleng-geleng kepala sambil bilang:
'Aneh gitu yah! Seharusnya pihak post tahu dimana izin tinggal Anda. Okay, saya sudah cek dan Anda bisa ambil surat ini kalo nggak di Kreisbüro atau di Stadthaus (Town Hall).'  habis itu dia ketawa-ketawa lagi karena dengar ceritaku. 
btw, aku kok jadi curhat ma pegawai imigrasi yah? :D

hari itu aku ga langsung ke Kreisbüro berhubung aku udah berada di kota dan males bolak-balik lagi, lagian aku masih punya jatah return visa di paspor. pulangnya aku dapatin di kotak surat undangan buat ke Kreisbüro. pertanda baik.
pas aku ke Kreisbüro, aku sengaja milih meja pegawai yang baik itu.
dia langsung ngenalin aku dan meriksa arsip lalu nyerahin sebuah kartu sambil bilang: taaaa daaaaa.....
nggak kok!
dia ngasinya biasa aja tapi senyum-senyum. belakangan aku baru ngeh ternyata pegawainya rada ganjen. pantesan baek banget. sebodoh lah!
dia ngasi izin tinggalku yang baru.
izin tinggal C!
yeayyyyyyy.... akhirnya aku dapetin juga izin tinggal ini.
si pegawai langsung ngomong:
selamat yah! akhirnya dapet juga... *nadanya kok kayak sesama cewe lagi ngomongin tentang datang bulan*

aku ketawa senang.
ga nyangka akhirnya aku bisa dapetin dokumen penting ini. dan dapetnya juga jauh lebih cepat daripada temanku. kalo dihitung-hitung aku ngedapetin izin tinggal ini cuma sebulan! selain itu aku ga ada dapat persyaratan ngasi dokumen tambahan seperti sertifikat kursus dsb.
emang ga gampang buat dapetin izin tinggal ini, kudu ngelewati berbagai kejadian di kurun waktu 5 tahun. detik saat aku menggenggam izin tinggal ini rasanya ga terlupakan.
ini berarti keberadaanku sebagai orang asing di Swiss lebih diperhitungkan.
ini berarti punya hak lebih dari para pemegang izin tinggal B :D
ini bearti ga mesti tiap natal dan tahun baru berkutat di Swiss karena perpanjangan izin tinggal
ini berarti ga mesti bayar CHF 100 lagi tiap tahun.
ini berarti sejarah, para pemirsa!!!

dan inilah specimen izin tinggal C


biometric Swiss ID


foto diambil di sini
aku jadi makin sadar, kadang kita ngeasa hidup ini kadang ga adil. tapi bisa jadi hal itu kita rasakan di posisi kita berdiri. cobalah melangkah dan bergerak dari suatu posisi, walaupun hal itu susah dilakukan.
mungkin perasaan 'ga adil' tadi bisa berubah, karena kita merubah posisi dan pandangan kita sendiri. ga semua hal yang buruk itu benar-benar buruk.
dengan ngedapetin izin tinggal ini, aku jadi makin semangat buat mencapai hal-hal positif lainnya di tahun ini.
doakan saya yaaa :)

Thursday, 5 January 2012

random

sebelum mulai nulis isi dari post ini, aku cuma mo jelasin kalo niat memberi judul 'Random' kali ini bukan karena demam twitter (btw, tadinya sempat salah ngetik jadi twister saking ga ngerti twitter itu buat apa diciptakan).
judul tersebut karena post kali ini benar-benar acak, mungkin juga lebih bagus kalo ditambahin kata 'gado-gado'. post ini cuma cerminan semua yang aku rasakan selama beberapa hm... *berapa bulan yah udah ga post?!*
sumpah, lupa!

mari kita mulai!

berita duka datang dari Indonesia. salah satu temanku di SMP, Nelly S. Rambe meninggal dunia hari Senin tanggal 2 Januari 2012.
temanku baru berumur 32 tahun, seorang ibu dengan tiga mutiara berharganya yaitu seorang putra dan dua orang putri.
dia dulunya adalah seorang wanita karir, bekerja di dinas perikanan di salah satu desa di provinsi Riau. perempuan tangguh yang dulunya populer di SMP ku, jadi ketua kelas, aktif di OSIS dan pramuka walaupun kondisi badannya lemah.


dia menderita asma dan maag tapi tetap saja berjuang setiap hari menyetir puluhan kilometer ke kantor. kondisinya gak selalu mudah untuk hidup di perantauan, sewaktu dia ga bisa mendapatkan orang yang bisa menjaga anak-anaknya, dia membawa putrinya yang masih bayi ke kantor.
beberapa kali dia menulis status di facebook, aku tahu itu bukan sekedar curhat seperti banyaknya yang orang lakukan sekedar mendapatkan perhatian atau banyak komentar bahkan hanyak sekedar 'like'. mungkin dia cuma ingin melepaskan penat yang setiap hari dia pikul.

temanku meninggal dunia karena asam lambung dan demam berdarah.
Tuhan pasti punya rencana tersendiri, karena itu temanku dipanggil secepat itu.
selamat jalan, Nelly! semoga arwahmu diterima di sisi-Nya.
I miss you already....... :'(

lompat ke hal berikutnya....
bulan Desember selalu identik dengan Natal dan persiapan tahun baru.
aku memang ga merayakan Natal, tapi seperti yang sudah-sudah, hanya ikut meramaikan Natal yang di sini lebih merupakan hal berbentuk tradisi dibandingkan keagamaan.
aku diundang oleh adik si pacar buat merayakan Natal di Montreux.
orang tua si pacar juga hadir di acara makan siang Natal dan berhubung ibu pacarku berulang tahun tanggal 24 Desember, kami juga merayakan ulang tahunnya.

di Montreux adik si pacar mengajak kami berjalan-jalan, bertandang ke Christmas Market yang cuma hitungan lima menit dari apartemennya.
btw, apartemen dimana adik si pacar tinggal tepat di belakang hotel Montreux Palace yang terkenal itu. pusat dimana konser Montreux Jazz Festival yang setiap tahun jadi perhelatan wajib di sana.

Montreux memang lebih hangat daripada Zurich, maka ga heran selama di sana walaupun winter aku ga perlu berpakaian terlalu tebal.

untuk malam tahun baru, aku memang ga punya persiapan apa-apa.
berhubung teman-temanku pada 'pulang kampung' ke negara masing-masing atau melewatkan tahun baru di negara lain, aku cuma merayakan berdua dengan si pacar.

tadinya aku ga banyak berharap, berhubung si pacar punya masalah dengan punggung dan masih dalam kondisi sakit, aku ga mau heboh ke sana sini.
ternyata dia malah memesan tempat di salah satu restoran Spanyol di Zurich.
kami makan malam berdua di restoran yang tamunya kebanyakan kalangan usia 40-50 tahunan. suasananya memang cocok dengan mood-ku yang sedang ga ingin melihat hingar bingar. apalagi makanannya pas di lidah.
kami menikmati makan malam sambil bercerita tentang banyak hal.
hal yang aku sukai dimana kami bisa berbagi pikiran dan santai berdiskusi.

sehabis makan malam, si pacar yang gila film mengajakku menikmati film Mission Impossible: Ghost Protocol. oke, melewatkan tahun baru dengan menonton film memang kedengannya payah, tapi aku ga mau memaksakan kondisi si pacar buat pesta.
film MI4 menurutku lebih bagus daripada MI3 sebelumnya.

tapi aku ga bakalan bahas gimana filmnya.
singkat cerita kami berdua menikmati film MI4 lalu balik pulang.
tengah malam di saat pergantian tahun cuma kami lewatkan berdua di rumah.
selamat tahun baru 2012, mon amour!
semoga tahun ini membawa banyak hal positif di hidup kita.

hal lainnya yang saat ini cukup getol aku lakoni adalah: Selbständige Arbeit.
lupa yah kalo saya masih harus mengerjakan tugas jahanam ini? *nangis*
deadline pertama: akhir Januari.

sumpah tidurku juga mendadak ga nyenyak karena hal ini.
saat ini aku sedang berada di halaman 9 dari total 12 sampai 15 halaman yang ditargetkan.
okay, kedengarannya ga begitu buruk.
tapi percayalah pemirsa, aku bahkan ga tahu apa sebenarnya yang aku ketik di lembaran-lembaran itu. sering kali perutku melilit karena cemas mikirin apa yang bakalan pengajarku komentari kalo dia baca hasil sementara tugas ini.

saya masih saja berharap semoga bisa mendapatkan inspirasi terbaik untuk menyelesaikan tugas sulit ini. dari semua tugas yang pernah kuterima selama pendidikan, memang tugas inilah yang paling terberat dan ternista.
ohh Herr Haas, please dong kasi saya nilai 6 buat tugas ini...err buat pelajaran Betriebskunde juga dong! *minta ditimpuk*

satu cerita lainnya...
kemarin tanggal 4 Januari, si pacar berulang tahun.
ini adalah pertama kali kami merayakan ultahnya berdua!
aku dari pertama udah gembar-gembor ga ada buat persiapan dan kejutan ke dia.

awalnya si pacar terlihat sedikit kecewa karena 'kejujuranku'.
berhubung dia suka kejutan, aku pengen membuat kejutan dengan berbekal perasaan 'tak ada kejutan sama sekali'.


si pacar bekerja setengah hari, untuk makan siang aku cuma memasak sup hangat yang pas buat udara dingin. sementara untuk makan malam aku cuma masak menu sederhana yaitu dendeng balado kesukaan si pacar dengan tumis kangkung.
ga ada kue taart dengan whipped cream ataupun black forest.
aku cuma menggantikan dengan seporsi kecil butiran coklat kacang almond (lagi-lagi kesukaan si pacar) plus lilin mini yang disematkan di timbunan coklat.
ga mesti kue atau cupcakes kan? :-)

kami mengobrol dan menikmati waktu berdua, si pacar juga suka dengan semua kado dan kejutan yang aku hadiahkan di ulang tahunnya.
aku cukup khawatir awalnya, takut kejutan ga berjalan mulus.
untungnya reaksinya malah jauh lebih baik daripada yang kubayangkan ;o)

oh iya, aku sih termasuk orang yang males nulis resolusi buat tahun baru.
bukan apa-apa, baru bulan Februari aja aku udah lupa resolusi apa aja yang kucanangkan *duh bahasa saya...*

tapi yang pasti, aku cuma ingin bisa mencapai hal-hal berikut ini:

bisa dapetin izin tinggal di Swiss yang permanen,
bisa menyelesaikan Ausbildung dengan hasil yang memuaskan,
bekerja dengan baik, bisa pulang ke Indonesia mengunjungi keluarga dan ziarah ke makam orang tuaku juga berkumpul dengan keluargaku,
bisa meluangkan lebih banyak quality time bersama pacar dan anaknya,
bisa melaksanakan rencana-rencana untuk masa depan bersama si pacar,
bisa mencapai apa yang aku impikan,
last but not least bisa lebih sering post di blog!

happy new year 2012, everyone!!!