Saturday, 21 July 2012

Wake Up Call

sejak selesai dari pendidikan Handelsdiplom aku makin gencar 'mempromosikan diri sendiri' alias mencari pekerjaan di Zurich. mulai dari mengirim lamaran langsung ke perusahaan dan institusi ataupun mencoba dengan memakai jasa agency. biasanya aku mengirim spontaneous application lewat website mereka. jujur udah lebih dari sepuluh agency kuhubungi, cuma dua yang menyambutku cukup positif. selainnya cuma menghubungi pada awalnya dan menolak aplikasiku. nasibbb...


aku dihubungi oleh dua agency. sebut aja yang satu Agency X dan lainnya Agency Y. dengan Agency X aku buat termin hari Senin dan Agency Y hari Selasa.
kesimpulanku: wow, beda jauh!


berhubung aku mengirim ke hampir semua jenis agency, jadi hasilnya juga beragam. Agency X termasuk ke kategori agency yang menawarkan pekerjaan temporer dalam bidang apa saja. sementara Agency Y lebih menitikberatkan ke perusahaan-perusahaan internasional.

kesan-kesanku:
- interview dengan Agency X cuma 15 menit, sementara Agency Y hampir sejam.
- client di Agency Y bertaraf internasional, sementara Agency X banyak yang lokal.
- konsultan di Agency X lebih mirip kayak sales panci mengingat gaya bicaranya ketara banget diatur, sementara dua konsultan Agency Y mewawancarai dan menangani profile-ku dengan profesional.
- aku merasa risih dengan konsultan Agency X yang ngeliatin penampilanku dari atas sampai bawah, dalam hati aku mikir: Apakah wanita ini mengagumi saya?


aku sudah tetapkan untuk lebih memakai jasa Agency Y. mereka kelihatan lebih bisa diandalkan. sayangnya sewaktu aku diwawancara mereka belum punya sesuatu untuk bisa ditawarkan ke aku sebab beberapa kandidat sudah mereka utus untuk interview. begitupun aku tetap berusaha keep contact dengan salah satu konsultan yang mewawancaraiku.

hari Kamis dua minggu lalu -tepatnya tanggal 5 Juli- aku dibangunkan dering telepon genggamku. rasanya hampir loncat dari tempat tidur saking kagetnya.
jam 08.37 pagi. memang, jam segini setiap orang udah pastinya pada melek. tapi seperti biasa aku selalu bisa kasi alasan paling jitu yaitu: begadang. jangan keburu nuduh duluan, aku begadang karena sibuk mengirim aplikasi ke banyak perusahaan.

aku ngeliat nomor di ponselku. nomor yang ga kukenal.
masih ngantuk tapi aku jawab juga panggilan itu.
note: A = aku, PM = penelepon misterius

A: Hallo. (aslinya sih aku mengangkat telepon dengan nyebut nama belakangku: Hardy, tapi pas ditulis kok aneh yah?!)
PM: Selamat pagi Ms. Hardy. Nama saya bla bla bla. Anda baru-baru ini melamar di perusahaan kami. *dia nyebutin nama perusahaannya*
A: *mikir: kayaknya dia tadi ngomong perusahaan asuransi dan aku baru-baru ini cuma ngelamar ke satu perusahaan asuransi.* 
-hening sedetik-
A: Ya, benar. Saya memang ada mengirim lamaran.
PM: Saya bermaksud mau bikin termin dengan Anda untuk interview. 
A: *panik* Dengan senang hati. 
PM: Kapan Anda ada waktu?
A: Saya flexible, saya bisa cocokkan dengan jadwal Anda.
PM: Kalau besok?
-tiba-tiba terdengar soundtrack film Mak Lampir-
A: *setengah nyesal karena nyebut kata flexible* Ya boleh, saya ada waktu besok. Anda bisa sebelum atau sesudah tengah hari?
PM: Gimana ya? Sesudah jam makan siang aja gimana? Jam 14.30 begitu...
A: Ga masalah. Maaf bisa Anda sebut sekali lagi nama Anda?
PM: Nama saya bla bla bla. Saya CEO di perusahaan ini.
A: *hampir pengsan*

sumpah, rasanya jantungku hampir gagal karena dapat telepon untuk wawancara. oke, ini memang bukan pertama kalinya aku wawancara di Swiss dengan bahasa Jerman dan Inggris. tapi wake up call dari CEO tadi buat interview BESOK rasanya memang bikin panik. sehabis mandi aku langsung nyalakan laptop dan nyari info tentang perusahaan tersebut. mengingat banyaknya lamaran yang kukirim, aku berusaha membuat sistem tersendiri dalam mengingat perusahan-perusahaan itu. caranya dengan mengkopi semua lamaran yang kutemukan di internet ke dalam Word file dan memberi tanda warna merah untuk setiap aplikasi yang kukirim. kalau aplikasiku ditolak, iklan mereka bakal kuhapus dari file itu. sedikit ribet memang, tapi sistem ini cukup efektif buatku. jadi kalau sewaktu-waktu ada panggilan interview aku bisa dengan mudah buka file ini dan baca kembali job description yang mereka tawarkan.

seharian aku menghabiskan waktu untuk membaca tentang perusahaan tersebut, segala newsletters dan presentasi perusahaan juga aku print, ga lupa juga membaca sedikit profil tentang CEO yang bakal mewawancaraiku. selebihnya mencari tahu lebih dalam tentang bisnis reinsurance di internet dan ga lupa mencari peta lokasi perusahaan. 
persiapan satu hari yang cukup kilat. 


besoknya jam 13.00 aku udah nangkring di salah satu kafe di tengah kota ga terlalu jauh dari lokasi interview. sambil membaca profil perusahaan aku minum cappuccino, berusaha untuk ga gugup. aku deg-degan, berusaha mengumpulkan percaya diri untuk bisa lancar berbahasa Jerman nanti.
jam 14.30 aku tiba di perusahaan itu, setelah sempat tersesat ke lantai 5 :-(
aku disambut assisten yang sudah berumur 50-an. dia bilang, bossnya bakalan datang sebentar lagi.
berusaha tenang, aku mengatur nafas sambil pura-pura membaca fotokopianku. 
si boss datang telat kira-kira 7 menit dari waktu yang dijanjikan. 
sambutan dari si boss ternyata sangat ramah. ini di luar perkiraanku yang tadinya mikir bakalan diteror pertanyaan hampir ga masuk akal, tipikal pertanyaan dari HR Department. interview berjalan santai dan makan waktu hampir sejam. seperti biasa, aku diwawancarai dengan bahasa Jerman dan Inggris. dia ga ada nanya soal pekerjaanku sebelumnya, lebih bercerita tentang perusahaan, hampir sedikit berpromsi ke aku. aku merasa si boss cukup positif menganggapiku.
aku nanya tentang situasi posisi tersebut. mereka menerima aplikasi dari 85 kandidat dan menghubungi 4 orang untuk diwawancara (termasuk aku). sewaktu menerangkan hal ini si boss ngomong...
note: A = aku, SB = si boss


SB: Ada satu hal lagi, dari 4 orang yang kami hubungi salah satu kandidat menelepon saya kemarin. katanya dia baru saja dapat pekerjaan.
A: Oh begitu.
SB: Tadi pagi saya juga mewawancarai satu orang kandidat. Tapi kalau dibandingkan dengan Anda dia kalah jauh. Kayaknya saya ga bakalan ambil dia buat jadi asisten saya.
A: *ngucap dalam hati: pertanda baik* 
SB: Berarti sekarang tinggal Anda dan seorang kandidat lain. 
A: Wah tinggal dua kandidat? Kedangarannya mendebarkan. Saya suka itu.
SB: *ketawa* Saya bakal wawancara dia hari Selasa nanti.

aku diwawancarai hari Jumat. seperti yang kuprediksikan mulai dari Jumat malam sampai hari Selasa tidurku ga nyenyak, perut sering mules. nungguin hasil interview emang cukup menyiksa. begitupun karena interview berjalan lancar dan baik, hari Minggu malam aku mengirim e-mail ke si boss, mengucapkan terima kasih untuk undangan interview. e-mailku dibalas hari Senin dengan tanggapan positif. 
langkah berikutnya: mengunggu hingga hari Selasa, atau paling lambat hari Rabu.
aku gugup nunggu keputusan si boss tersebut. hari Selasa aku berusaha mengalihkan perhatian dengan belanja di kota. tapi rasanya ga tenang. bentar-bentar aku cek ponsel, cek e-mail. cemas terus. jam 17.30 sewaktu lagi belanja di Manor ponselku berdering. si boss nelepon!


SB: Selamat sore Ms. Hardy.
A: Selamat sore.
SB: Yah, akhirnya tadi saya sudah mewawancarai kandidat terakhir.
A: *nelan ludah*
SB: Saya cuma mau mengabarkan Anda, sayangnya....
A: *lemessss dan mikir: yahhh, aku ga diterima di perusahaan ini.*
SB: Sayangnya..... kami harus menyerahkan posisi ini ke Anda.
A: Eh, maksud Anda?
SB: *ketawa* Nggak kok, tadi saya cuma bercanda. Perusahaan kami menyambut Anda dengan senang hati.
A: Beneran? *mendadak lupa tata bahasa*
SB: Ya, Ms. Hardy. Saya bakalan kirim konfirmasi lewat e-mail, jadi kita semua bisa tidur nyenyak yah akhir minggu ini.
A: *spontan ketawa* Terima kasih banyak, saya looking forward untuk bekerja di perusahaan ini.


yaelah, si boss tadinya mo ngerjain aku, kok malah aku yang ga ngerti kalo lagi dikerjain. saking gugupnya malah jadi lamban. sehabis panggilan itu, perasaanku campur aduk. senang, lega, gugup dan masih sedikit deg-degan, rasanya masih ga nyangka bisa akhirnya memenangkan kompetisi ini.
resminya aku bakalan bekerja sebagai Assistant atau Sekretaris. berdasarkan kontrak kerja yang sebentar lagi bakal kutandatangani, aku mulai bekerja di bulan September. awalnya aku masih akan bekerja 40% (sekitar dua hari kerja dari total lima hari perminggu), tapi bakalan bertambah di tahun depan dan di saat tertentu seperti peak season aku harus bekerja 100% (5 hari kerja). aku juga harus menjadi asisten pengganti dari asisten lainnya kalau dia liburan. aku bakalan mengangani client yang berbahasa Inggris, juga mengerjakan tugas administrasi lainnya. aku akan mulai kerja di kantor baru. yeay!


lega rasanya salah satu resolusi 2012 ku bisa tercapai. 
benar-benar semua jerih payah mengikuti Ausbildung alias pendidikan Handelsdiplom terbayar. terlebih lagi aku bisa bekerja untuk perusahaan reinsurance asing, tepatnya perusahaan Jerman, yang bertaraf internasional. sampai saat ini aku udah dua kali meeting dengan bossku, pertama untuk interview dan kedua untuk membahas gaji. 
alhamdulillah, gajinya lumayan menarik :o)
detik aku menulis post ini, aku memang belum resmi bekerja tapi udah dapat aja e-mail dari si boss buat mengatur jadwal di bulan Oktober :D
senang rasanya ada perusahaan yang mempercayaiku untuk mengerjakan tugas-tugas kompleks. 
aku percaya, sebuah sisi lain dari kehidupan menungguku di sudut lain. 
aku siap menghadapinya, aku percaya kalau aku bisa!  
I'm smiling while remembering that wake up call. 
even while being clumsy you could get a luck.
this job would be the best birthday gift to me!
looking forward to September!

4 comments :

Hennie Triana Oberst said...

Selamat ya.
Ditunggu traktirannya (tetep...).

ika hardy said...

@Hennie:
makasih kakak!! iya mudah-mudahan, bisa sama sama syukuran di Medan :D

Raka - "Sunny" said...

Congratz ya utk pekerjaan barunya!

Jadi inget masa2 saya dulu melamar pekerjaan, sebuah perjuangan.

ika hardy said...

@Raka:
makasih, Raka! thanks udah mau mampir ke sini :)